

Para Paslon Kandidat Pilkada Kabupaten Jayapura yang ikut hadir dalam Silatda Ke-1 MUI Kabupaten Jayapura tahun 2024, termasuk dihadiri Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano, di Hotel Suni Sentani, Sabtu (7/9) pekan kemarin. (foto:Istimewa)
SENTANI -Pengurus Majelis Ulama Islam (MUI) Kabupaten Jayapura melaksanakan kegiatan Silaturahmi Daerah (Silatda) Ke-1 tahun 2024, di Hotel Suni Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (7/9) pekan kemarin.
Ketua MUI Kabupaten Jayapura Mustofa mengatakan, tujuan dari Silatda Ke-1 tahun 2024 MUI Kabupaten Jayapura ini untuk lebih meningkatkan tali silaturahmi bersama, khususnya bagi para alim ulama, tokoh agama dan masyarakat serta menyampaikan apa saja peran MUI kepada umat di Kabupaten Jayapura.
“Silatda ke-1 ini kami mengambil tema Peran MUI Dalam Membangun Umat. Jadi kehadiran MUI ini tidak hanya untuk internal saja, namun untuk eksternal juga. Bagaimana kita membangun umat di Indonesia, khususnya Kabupaten Jayapura lebih baik lagi, serta senantiasa mengedepankan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, dalam bingkai NKRI. Ini adalah suatu kehormatan besar bagi saya,”ungkapnya.
Dijelaskan, dalam tema kali ini, “Peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Membangun Umat,” sangat relevan dalam situasi masyarakat yang membutuhkan bimbingan moral dan spiritual. Untuk itu, melalui Silatda MUI Kabupaten Jayapura bisa memberi kontribusi bagi sosial kemasyarakatan dan pemerintahan serta lainnya, sehingga apa yang menjadi cita-cita bangsa ini bisa tercapai dengan baik, khususnya pelaksanaan Pilkada serentak bisa berjalan dengan sukses, aman, dan damai.
Sementara itu, ikut hadir juga mantan Wali Kota Jayapura dua Periode Benhur Tommy Mano sekaligus Bakal Calon Gubernur Papua periode 2024-2029.
Benhur Tomi Mano atau sering disapa BTM mengungkapkan, melalui Silatda Ke-1 MUI Kabupaten Jayapura melalui tema yang telah diambil diharapkan peran MUI membangun umat bisa dijalankan dengan baik. Sebagai pengawal bagi penganut agama Islam, sebagai pemberi edukasi dan pembimbing bagi penganut agama Islam, sebagai penjaring kader-kader yang lebih baik dan sebagai pemberi solusi bagi masalah keagamaan di dunia internasional.
Tanah Papua adalah contoh bagaimana harmoni antaragama bisa terjaga dengan baik. Ketika di daerah lain terjadi gejolak antar agama atau penutupan rumah ibadah, di Papua kita cepat mengambil langkah antisipasi, karena kita menyadari pentingnya menjaga kebersamaan. Papua adalah benteng toleransi yang kuat. Di sini, baik gereja maupun masjid tetap berdiri teguh sebagai simbol persatuan.
Sekadar diketahui, kegiatan ini juga dihadiri para Paslon kandidat Pilkada Kabupaten Jayapura kecuali Paslon dr Yohanis Manangsang Wali-Daniel Mebri.(dil/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…