

AKP Rosikin (foto: Robert Mboik Cepos)
SENTANI- Kasus penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok siswa SMK Negeri 1 Sentani Senin (5/9) masih menunggu proses selanjutnya.
Kapolsek Sentani Kota, AKP Rosikin mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil visum dari korban yang berasal dari siswa-siswi SMK YPKP Sentani Kabupaten Jayapura.
“Hari ini belum ada pertemuan karena kita masih menunggu hasil visum dari rumah sakit terhadap siswa-siswi yang menjadi korban dalam kejadian ituemarin,”kata AKP Rosikin, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (6/9).
Diakuinya terkait peristiwa itu, pihaknya telah menggali informasi dari sejumlah siswa SMK Negeri 1 Sentani yang telah melakukan penyerangan terhadap siswa siswi SMK YPKP Sentani pada Senin (5/9) siang.
Anak-anak tersebut tidak ditahan karena usia mereka rata-rata masih di bawah umur. Pihaknya sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur yang mana statusnya masih pelajar SMK. Hal seperti ini semestinya tidak terjadi karena anak-anak seharusnya fokus pada rutinitas mereka sebagai pelajar yaitu belajar.
“Tentu kami sangat menyayangkan adanya peristiwa seperti ini melibatkan anak-anak sekolah melakukan tindakan kekerasan,” imbuhnya.
Pihaknya juga berharap peran orang tua untuk bisa memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka, agar tidak terjerumus dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya negatif.
“Baik itu tawuran, narkoba dan tindakan-tindakan melanggar hukum lainnya. Karena anak-anak ini masih mengejar masa depan sehingga butuh peran penting dari setiap orang tua menasehati dan memperhatikan anak-anaknya,” ungkapnya.
Sebelumnya tepat di hari Senin tanggal 5 September sekira pukul 13.00 Wit, sekelompok siswa sekolah menengah atas dari SMK Negeri 1 Sentani yang berlokasi di Hawai Sentani melakukan aksi penyerangan terhadap Siswa-siswi SMK YPKP yang ada di Kota Sentani Kabupaten Jayapura. Aksi penyerangan ini dilakukan oleh siswa SMA Negeri 1 Sentani karena merasa tersinggung atas ucapan dari salah satu akun Tik Tok milik siswa dari sekolah lain(roy/ary)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…