Categories: SENTANI

Pengamanan di RSUD Yowari Dipertebal

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur RSUD, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia wilayah Papua, Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Jayapura, serta jajaran kepolisian.

Dalam pertemuan itu, polisi menjelaskan bahwa pelaku telah diamankan dan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, Kapolres mengatakan ada pertimbangan nilai kemanusiaan dalam penanganan perkara tersebut. Korban juga diberikan kesempatan untuk mempertimbangkan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice, yakni penyelesaian di luar jalur pengadilan melalui kesepakatan damai antara korban dan pelaku.

“Apabila ada keinginan untuk penyelesaian secara restoratif, tentu itu kami serahkan kepada pihak korban. Apakah kasus ini akan dilanjutkan atau tidak, itu menjadi keputusan korban,” jelasnya.

Untuk membahas kemungkinan penyelesaian tersebut, rencananya akan digelar kembali pertemuan lanjutan pada Selasa (10/3) yang melibatkan korban, pelaku, serta perwakilan IDI wilayah Papua.

Kapolres menegaskan, sesuai arahan Kapolda Papua, proses hukum tetap berjalan. Namun jika ada kesepakatan damai dari kedua belah pihak, maka mekanisme penyelesaian secara restoratif dapat dipertimbangkan.

“Pada dasarnya proses hukum tetap kami jalankan, namun untuk penyelesaian secara damai di luar proses hukum, itu kami kembalikan kepada korban,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada malam hari di RSUD Yowari ketika pelaku melakukan penganiayaan terhadap seorang dokter dan seorang perawat yang sedang bertugas.

Kapolres menegaskan bahwa motif kejadian murni karena pelaku mengalami emosi setelah kehilangan anaknya yang meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit.

“Motifnya murni karena pelaku merasa kehilangan anaknya sehingga emosinya tidak terkontrol dan memukul dokter serta perawat. Tidak ada motif lain seperti pengaruh minuman keras atau hal lainnya,” pungkasnya. (ana/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara IlegalKNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…

15 hours ago

Program Pembangunan Papua Harus Terintegrasi

“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…

16 hours ago

Papua Dibagi Tiga Zona Pembangunan

“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…

17 hours ago

Otsus Papua Terjebak Kepentingan Elit, Gagal Sejahterakan OAP

Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…

18 hours ago

Perempuan dan Anak Paling Rentan Jadi Korban Konflik

Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…

19 hours ago

Marak Aksi Demo, Wali Kota Gandeng Tokoh Masyarakat dan Adat

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…

20 hours ago