Categories: SENTANI

Bapenda Terus Maksimalkan Penerimaan Pajak Minerba

SENTANI– Kepala Badan Pendapatan asli daerah Kabupaten Jayapura,  Edi Susanto mengatakan, pihaknya terus mengupayakan untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor Minerba di Wilayah Pembangunan 3 dan 4.

“Sesuai  petunjuk Pj Bupati untuk melihat kembali kegiatan-kegiatan yang menggunakan mineral Minerba di wilayah pembangunan 3 dan 4. Bisa kami sampaikan bahwa  secara operasional sebenarnya di tempat-tempat produksi,  ciping, pasir dan juga penggorengan aspal itu kami sudah lakukan pemungutan,” ujar Edi Susanto, Senin (6/3).

Dia mengatakan, pihaknya mengharapkan peran aktif dari kepala distrik maupun kepala kampung untuk dapat melaporkan kegiatan-kegiatan yang menggunakan Minerba di wilayahnya. 

Mulai dari kegiatan pemeliharaan jalan maupun pembangunan gedung yang sumber dananya dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,  untuk   melaporkan kepada Bapenda Kabupaten Jayapura. Sehingga kami bisa melakukan koordinasi dengan instansi yang menangani kegiatan fisik tersebut.

”Tanpa adanya informasi dan laporan dari distrik maupun para kepala kampung, susah juga untuk dapat mengcover di wilayah-wilayah yang jauh dalam mengetahui pembangunan fisik yang menggunakan Minerba,” jelasnya.

Hal itu disebabkan karena ada keterbatasan baik sumber daya manusia maupun pembiayaan, apabila Bapenda melakukan aktif monitoring dengan cara kunjungan ke wilayah 3 dan 4.

“Itu juga efisiensinya harus kita lihat,  sehingga peran aktif dari kepala kampung, kepala distrik dan juga dinas terkait ketika ada laporan pembangunan yang bersumber dari selain APBD Kabupaten Jayapura Supaya diberikan informasinya kepada Bapenda,”ujarnya.

Lanjutnya, apa yang menjadi petunjuk dari Pj Bupati Jayapura,  akan pihaknya tindaklanjuti dengan surat-surat edaran dan juga surat edaran ke provinsi maupun ke balai  jalan atau kantor perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Papua.

Dia menambahkan,  selama ini yang sudah dipungut pajaknya baru PBB. Itu pun baru dari dunia usaha karena memang  di wilayah 4 merupakan wilayah terjauh dan terpencil  memang perlu ada insentif  untuk menarik investor dalam rangka membangun wilayah tertinggal dan terpencil.(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Kapolres Jayapura Bantah Penyerangan Dilakukan Oleh OPM

Setelah kabar ini tersebar Dion langsung bertolak menuju Taja dan mengecek langsung kondisi disana. Ia…

2 hours ago

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

2 days ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

2 days ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

2 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

3 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

3 days ago