Categories: SENTANI

Dibantu Oleh Dua Orang Anaknya, Dipasarkan Melalui Medsos

Mama Antonia Mandosir saat memperlihatkan hasil kerajinan tangan berupa bunga yang dibuat dari bahan sampah plastik di sela-sela peresmian Kantor Bank Sampah Kenambai Umbai, Jumat (3/5).( FOTO : Yewen/Cepos)

Mengenal Mama Antonia Mandosir, Pembuat Kerajinan Tangan dari Sampah Plastik


Sampah plastik ternyata bisa dibuat menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi, seperti bunga, pot bunga, noken, keranjang barang dan beberapa kerajinan tangan lainnya. Kerajinan tangan dari sampah plastik inilah yang selama ini dilakukan oleh mama Antonia Mandosir. 

Seperti apa pemanfaatan sampah plastik yang dilakukan selama ini oleh mama Antonia Mandosir menjadi sebuah barang yang memiliki nilai ekonomis?

Laporan: Roberth Yewen-Sentani

Sampah plastik tidak hanya ditabung dan didaur ulang di Bank Sampah, tapi bisa diolah dan dibuat menjadi sesuatu yang dapat memiliki nilai ekonomi dan bisa dipasarkan kepada masyarakat secara luas. Hal inilah yang dilakukan oleh mama Antonia Mandosir di Sentani selama ini.

Sampah plastik seperti gelas air vit, bungkusan gula-gula, bungkusan mocca  dan beberapa sampah plastik lainnya dibuat oleh mama Antonia menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis, seperti membuat bunga, tempat pot bunga, tempat tisu, keranjang air gelas vit dan berbagai kerajinan tangan lainnya. 

Antonia mengatakan, bunga yang dihasilkan ini semuanya berasal dari sampah plastik yang dibuang oleh masyarakat. Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan biasanya langsung dicuci bersih menggunakan air sebelum dikerjakan menjadi sebuah bahan yang memiliki nilai ekonomis.

Antonia tidak mengerjakannya sendiri, tetapi dibantu oleh dua orang anaknya dalam merangkai sampah plastik menjadi sebuah bunga, pot bunga, noken yang bisa dibeli oleh masyarakat dan menjadi hiasan di setiap rumah.

“Sampah plastik biasanya saya kumpulkan dan bawa pulang ke rumah. Sampah yang kotor kita cuci, sebelum saya bersama dua orang anak kita membuatnya menjadi bunga, pot, tempat tisu, noken, dan lain sebagainya,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui ketika mengikuti kegiatan peresmian Kantor Bank Sampah Kenambai Umbai di Komba Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Jumat (3/5).

Kerajinan tangan berbahan sampah plastik sendiri bukan hal yang baru yang ditekuni oleh mama lima anak ini, tapi sudah ditekuni sejak masih sekolah dan kuliah. Hasil kerajinan yang dibuat inilah yang dijual membayar uang sekolah maupun kuliah saat itu. Selain itu juga, hingga saat ini uang kerajinan tangan yang dihasilkan ini membiayai kebutuhan anak-anaknya untuk sekolah. 

Kerajinan tangan ini dijual dengan harga yang terjangkau seperti untuk bunga bisanya dijual dengan harga Rp 25-50 ribu, noken dijual Rp 200-300 ribu, begitupun dengan keranjang barang. Harga ini bukan merupakan harga pas, tapi bisa ditawar oleh para pembeli jika berniat membelinya.

“Mama biasa buat untuk ikut pameran dan biasanya kalau ada orang yang pesan, maka mama langsung buat,” ucap perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SMA YPPGI Sentani ini.

Tidak semua barang hasil kerajinan yang dibuat oleh mama Antonia diminati oleh seluruh masyarakat. Hanya beberapa hasil kerajinan saja yang sangat diminati oleh masyarakat seperti bunga dan noken yang terbuat dari plastik mocca.

Untuk mempromosikan hasil kerajinannya, mama Antonia harus membuat sebuah media sosial (Medsos) berupa facebook, sehingga hasil kerajinan yang dibuat menggunakan sampah plastik ini langsung dishare ke Medsos, biasanya masyarakat yang melihatnya melalui akun facebook jika berminat langsung menghubungi mama Antonia untuk membelinya.

“Ketrampilan yang saya buat ini sering saya foto dan share di Medsos. Tujuan mama buat akun facebook ini untuk mempromosikan keterampilan yang ada, sehingga jika ada yang berminat langsung menghubungi alamat yang sudah tersedia,”ujar alumni SPM Manokwari ini. (*)

newsportal

Recent Posts

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

1 hour ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

3 hours ago

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

24 hours ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

1 day ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

1 day ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

1 day ago