

Robert Mboik Cepos Salah satu warga saat membeli buah di pasar buah yang berlokasi dijalan persimpangan Sentani-Genyem, Kamis (6/4).
SENTANI-Pasar buah yang ada disekitar persimpangan jalan utama Sentani-Genyem sudah mulai berjualan sejak 2020 lalu. Pasar itu berdiri walaupun secara resmi dipastikan belum ada ijin dari pemerintah. Namun pasar itu tetap beroperasi hanya karena letaknya cukup strategis, berada dijalan utama dengan memanfaatkan rindangnya pepohonan.
Sejak dibuka, pasar buah itu tidak pernah sepi pembeli. Sampai sekarang pasar buah itu tetap saja dibuka, biasanya mereka beroperasi sejak pagi hingga sore hari.
Kini Ramadan tiba persediaan buah juga masih cukup banyak yang dijual.
Uniknya buah buahan yang dijual bukan saja didatangkan dari lokal papua tetapi ada juga yang didatangkan luar papua bahkan luar negeri. Buah buahan yang didatangkan dari luar negeri seperti jeruk wogan, dan jeruk santan daun. Buah ini didatangkan dari Australia, dijual seharga 70-80 ribu rupiah sekilo.
“Ini termasuk naik, naiknya sekitar Rp 5 sampai Rp10 ribu rupiah tiap buah ini” kata Risna salah satu penjual buah saat ditemui cenderawasih pos, Kamis (6/4).
Biasanya buah-buahan tersebut dijual seharga Rp 60-70 ribu rupiah sekilo. Kemudian ada juga Apel Pohon dan anggur juga didatangkan dari China. Untuk apel pohon dijual 60ribu sekilo, sementara anggur dijual Rp 120 ribu sekilo.
Lanjut dia, buah buahan lokal seperti Semangka, Jambu biji, Jeruk lokal, masih didatangkan dari Arso. Kemudian buah naga dari daerah Lereh, buah duku dari Genyem, Alpukat didatangkan dari Wamena. Harganya relatif naik. Kemudian ada juga mangga juga mengalami kenaikan harga, untuk buah mangga saat ini disuplai dari makasar. Sebelumnya mangga dijual 35 ribu satu kilogram, kini menjadi 50 ribu perkilonya.
“Bulan puasa harga naik, naik Rp 5 sampai Rp 10, buah naga sama mangga makasar naik, Rp 35 jadi Rp 50. Ini karena terjadi kelangkaan persediaan buah lokal, sudah tidak ada. Rambutan naik Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu,” ujarnya.
Naiknya harga buah disebabkan karena stok buah lokal sudah habis, atau langka. Sementara permintaan buah cukup tinggi. (roy/gin).
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…
- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …