

Welem Wouw (foto: Priyadi/Cepos)
SENTANI -Kepala Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Welem Wouw mengatakan, untuk memudahkan masyarakat menempuh jarak ke Kampung Berap Geyem Kali Biru dengan Kampung Nimbokrang, ia terus mendorong Pemerintah Kabupaten Jayapura bisa membantu membuka akses jalan baru yang lebih cepat dari jalan yang digunakan masyarakat saat ini.
Jika menggunakan jalan saat ini jarak tempuhnya bisa lebih satu jam, namun jika dengan membuka jalan baru yang sudah ada ini, jarak tempuh di kedua kampung bisa lebih cepat, tidak sampai satu jam.
“Kita terus dorong agar jalan tembus Kampung Nimbokrang dengan Kampung Berap Geyem Kali Biru bisa dikerjakan secepatnya, karena ini untuk mempermudah akses jalan masyarakat yang ingin ke Kali Biru atau ke daerah Distrik Demta, karena hasil bumi dan potensi obyek wisata akan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat, sehingga ada perputaran ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat di sana,”ungkapnya.
Dijelaskan, jika jalan tembus ini dikerjakan maka bisa menghemat waktu. Jika biasanya jarak tempuh dari Kampung Nimbokrang ke Kali Biru lebih dari satu jam karena harus mutar lewat jalan yang lebih jauh lagi, tapi jika lewat jalan tembus yang sudah ada, jaraknya bisa ditempuh kurang dari satu jam dan bisa melewati beberapa kampung, masyarakat bisa melihat tempat wisata bermain Burung Cendrawasih, hasil bumi masyarakat kampung bisa dijual di Nimbokrang sebagai sentral perkonomian di sana.
Untuk itu, upaya dirinya mendorong dibukanya akses jalan baru ini terus dilakukan baik usulan dalam Musrembang tingkat distrik maupun lainnya. “Jalan tembus ini sudah ada, tinggal pemerintah membersihkan dan membuatnya bagus lagi supaya kendaraan baik roda dua dan roda empat bisa jalan lebih nyaman lagi,”tandasnya.(dil/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…