Categories: SENTANI

Sampah di Pinggiran Kota Makin Tidak Terurus

Tumpukan sampah di Jalan Yahumake, Kampung Akuina dekat lokasi Perumahan BTN Ceria, Kamis (4/4). Tampak dua ekor sapi sedang makan sampah-sampah tersebut. (FOTO ; Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sampah rumah tangga yang dibuang secara liar di wilayah pinggir  Kota Sentani semakin tidak terurus. Begitulah kesan yang diungkapkan, Adela, salah satu pengguna jalan saat ditemui Cenderawasih Pos, Kamis (4/4).

Adela hanyalah satu dari sekian banyak warga yang merasa terusik dengan keberadaan sampah di dua lokasi yakni di Jalan menuju lokasi BTN Furia dan di Jalan Yahumake, Kampung Akuina dekat Perumahan BTN Ceria.

Menurut Adela,  sampah-sampah yang terdapat di dua ruas jalan tersebut tidak pernah diangkut sejak kejadian banjir bandang di Kabupaten Jayapura, Sabtu, (16/3) lalu. Setiap hari volume  sampah yang terdapat di dua lokasi tersebut semakin banyak dan bertebaran hingga 20 meter. Terlihat  tumpukan sampah itu seringkali dibakar warga. Padahal selain berdekatan dengan jalan umum, lokasi pembuangan sampah tersebut berada di sekitar kompleks pemukiman warga.

“Kita sebagai pengguna jalan saja merasa tidak nyaman, apalagi masyarakat yang tinggal sekitar sini, tentu lebih parah lagi,” ujarnya.

Uniknya lagi, tumpukan sampah-sampah itu menjadi makanan sapi.

“Sejauh ini pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup masih fokus membersihkan sampah-sampah yang ada di sekitar jalan umum di Kota Sentani,  sementara yang ada di sini dibiarkan seperti ini,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Chris Tokoro yang  dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui sambungan selulernya menjelaskan,  sejak bencana alam terjadi di Kabupaten Jayapura, pihaknya fokus mengangkut sampah-sampah yang terdapat di jalan utama dalam kota, posko pengungsian dan di Gunung Merah Sentani. Namun setelah masa tanggap darurat ini selesai, pihaknya akan mengelola sampah-sampah yang terdapat di lintas luar Kota Sentani.

“Selama ini kami fokus mengangkut sampah yang terdapat di Posko-posko pengungsian sekitar jalan utama dan di Kantor Bupati Gunung Merah, setelah itu selesai dalam masa tanggap darurat, kami akan mengelola sampah yang ada di luar lokasi tersebut,”jelasnya. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

“Jangan Cuma Omon-Omon, Prabowo Harus Ambil Langkah Konkret Soal Karhutla”

  Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum…

19 hours ago

Dinkes Jayawijaya Keluarkan Edaran kepada Masyarakat Terkait penggunaan Masker

Plt Kepala Dinas Kesehatan Esau Rudianto Aibesa, S.KM. M.Kes menyatakan Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat menggunakan…

23 hours ago

6 Hektare Lahan di Distrik Wesaput Terbakar, Ada Unsur Kesengajaan?

Kebakaran tersebut dipicu dari vegetasi tumbuhan yang mengering karena musim kemarau. Penanganan Karhutla tersebut telah…

1 day ago

Stok Beras Menipis, Bulog Merauke Datangkan 5.000 Ton

Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Fajar Muhammad Dirgantara, menjelaskan,  dari total beras yang didatangkan tersebut, sekitar…

1 day ago

Polres Mimika dan Nabire Diusulkan Naik Status Jadi Polresta

Polda Papua Tengah resmi mengusulkan peningkatan status Polres Nabire dan Polres Mimika dari Kepolisian Resor…

1 day ago

Jalur Laut Perbatasan RI-PNG Rawan Penyelundupan

   Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto,  mengungkapkan bahwa  penangkapan pertama terjadi pada Selasa,…

1 day ago