Categories: SENTANI

DPR dan Pemerintah Diminta Serius Urus Masalah Sosial Generasi Muda

SENTANI- Pemerintah dan DPRD Kabupaten Jayapura diminta serius dalam  mengurus  persoalan sosial. Terutama yang melanda  anak-anak generasi muda Papua di Kabupaten Jayapura.

Dimana belakangan ini terlihat jelas cukup banyak anak-anak muda yang terlibat dalam dunia kelam, mulai dari konsumsi ganja,  konsumsi miras hingga penyalahgunaan lem aibon dan sejenisnya.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Forum Peduli Kemanusian Kabupaten Jayapura, Jhon Mauritz Suebu, kepada media ini, Selasa (2/1).

Dia mengungkapkan, kasus sosial seperti yang disebutkan ini tidak sulit ditemukan saat ini. Persoalan ini juga yang turut memberi andil besar terhadap ancaman terpuruknya   masa depan generasi muda Papua di Kabupaten Jayapura. Disatu sisi kata dia, Otsus Papua telah menjamin pendidikan dan juga kesehatan,  yang sasarannya juga tertuju pada pemberdayaan SDM masa depan orang asli Papua. Namun justru  akan berbanding terbalik kenyataanya,  jika masalah sosial seperti ini  dianggap sebuah hal sepele dan tidak ditangani dengan benar.

“Kita semua harus memikirkan juga keselamatkan generasi bangsa Indonesia dari ancaman ini. Saya berikan contoh kasus  banyaknya putra putri gagal karena hal ini. Oleh sebab itu harap diseriusi oleh semua pihak,  terutama eksekutif dan legislatif,”pintanya.

Hal yang paling miris misalnya terjadi pada malam pergantian tahun hingga 1 Januari 2023. Banyak sekali terlihat dipinggir jalan di Sentani dan sekitarnya,  orang tergeletak karena dipengaruhi miras, namun ada juga karena mengisap ganja bahkan aibon. Yang lebih memilukan lagi, justru hal ini dilakukan oleh anak anak Papua usia produktif, usia di bawah 30 tahunan.

“Semua warga harus kerjasama berantas Miras dan Narkoba. Saat kita berjalan mengunjungi sanak keluarga ditanggal 1 Januari,  yang kami temui anak anak, remaja dan pemuda di bawah 30 tahun banyak sekali yang mengkonsumsi miras lokal, juga berlebel bahkan ada yang mabuk  karena ganja,  aibon dan sejenisnya,”bebernya.

Lanjutnya, pada malam tahun baru, polisi juga sudah berusaha memblokir akses ke beberapa toko miras ilegal di Kabupaten Jayapura. Sala satunya di Jalan Pasar Lama Sentani. Namun di atas pukul 02.00 WIT , toko miras dengan leluasa dibuka sehingga semakin mudah masyarakat mendapatkanya.

“Mulai di jalan  raya dan tempat sepi, terlihat banyak orang mabuk hingga aktivitas warga yang mau ibadah dan pulang ibadah sedikit terganggu,”ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh organisasi masyarakat,  terutama organisasi pemuda untuk melihat persoalan ini sebagai satu masalah yang sangat serius.  (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

19 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

21 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

22 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

23 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

1 day ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

1 day ago