

Kepala Badan Kesbangpol Elchi Meho saat menerima buku dari penyuluh Narkoba BNN Papua, Kasman dalam sosialisasi pencegahan Narkoba di Hotel Grande Arso 2, Senin (5/6) lalu. (FOTO:Amri for Cepos)
SENTANI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura, akui usia rentang penyalah gunaan rakoba adalah usia 12-17 tahun.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura, Kasman menjelaskan penyalah gunaan narkoba di Kabupaten Jayapura merupakan usia remaja, yang mana masih menduduki bangku pendidikan.
“Data ini kami ambil dari, data rehabilitasi yang telah kami lakukan yakni ditahun 2024 lalu, kami merehab sebanyak 20 anak usia produktif dan di tahun 2025 sudah ada 9 anak yang kami rehabilitasi,” katanya kepada wartawan Selasa (1/7) saat berdiskusi bersama awak media diruang kerjanya.
Menurutnya, rata-rata usia remaja yang paling rentang menggunakan narkoba jenis ganja, untuk menangani kasus penyalah gunaan narkoba di Kabupaten Jayapura, butuh dukungan dari semua pihak.
“Khususnya orang tua, dan kami siap melakukan pendampingan dalam hal rehabilitasi kepada anak-anak remaja dan pemuda yang telah terlanjur menggunakan narkoba,” terangnya.
Untuk rehabilitasi sendiri, BNN Kabupaten Jayapura menggunakan sistem rawat jalan, dimana pendampingan dilakukan sesuai dengan kondisi anak, ada yang 4 kali pendampingan, 8 kali bakan lebih. (ana)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali…
Marthen mengatakan, aset Penjara Boven Digoel telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Namun hingga…
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pengembangan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar…