Categories: SENTANI

Sekolah di Waibhu Keluhkan Terbatasnya Media Belajar

SENTANI- Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Jayapura dari Komisi C melakukan kunjungan kerja,  berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat dan juga perwakilan dari beberapa sekolah yang ada di Distrik Waibhu Kabupaten Jayapura.

Dalam kunjungan itu DPR menemukan persoalan di internal lembaga pendidikan yang ada di Distrik Waihu. Masalah yang paling krusial terkait fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar siswa, terutama media belajar yang sangat terbatas.

“Dalam kunjungan ini kami menemukan banyak keluhan. Salah satunya sekolah yang memiliki siswa lebih dari daya tampung ruang kelas.  Ada yang sekolahnya tidak punya meja kursi,” kata Cyntia Ruliani Talantan, S. KM, MH, salah satu anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di Distrik Waibu,  Kamis (2/2).

Pihaknya sudah menjelaskan kepada sejumlah guru yang menyampaikan keluhannya itu kepada perwakilan DPRD saat kunjungan kerja tersebut,  di mana setiap sekolah wajib menerima siswa sesuai dengan jumlah maksimal  siswa dalam satu rombongan belajar. 

Namun dari diskusi itu pula diketahui pihak sekolah sebenarnya sudah berusaha menerapkan aturan,  terkait jumlah siswa dalam satu rombongan belajar. 

Hanya saja alasan ini sangat sulit  diterima oleh orang tua siswa yang  tinggal atau menetap di sekitar kawasan sekolah tersebut.  Ini juga menjadi catatan pihaknya, untuk selanjutnya dicarikan solusi bersama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.

“Misalnya dalam aturan itu 40 siswa dalam satu kelas dan jangan menerima siswa lebih dari itu.  Tetapi orang tua siswa tidak mau menerima, mereka harus tetap sekolah di sekolah yang bersangkutan,”ujarnya.

Selanjutnya setelah dilakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait,  DPR terutama dari Komisi C akan melakukan pertemuan dengan pemerintah,  dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, untuk mencarikan solusi terkait dengan kondisi pendidikan tersebut karena bagaimanapun juga siswa-siswi tidak boleh terganggu dalam proses kegiatan belajar mengajar, sehingga pemerintah harus betul-betul mencarikan solusi.

“Setelah dari sini kami menyerap aspirasi dari para guru, selanjutnya kami akan mengundang instansi terkait untuk kita coba mencari solusi bersama terkait masalah ini,” imbuhnya. (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Pura-pura Beli Susu, Hajar Pemilik Kios Hingga Tangan Patah

   Guntur menjelaskan, kejadian bermula ketika korban didatangi seorang pria yang tidak dikenal dengan alasan…

2 hours ago

Pedagang Angkat Isu Pasar Dalam Torang Tanya Wali Kota Jawab

Pemerintah Kota Jayapura segera mengambil langkah untuk membenahi kondisi Pasar Mama Papua yang saat ini…

3 hours ago

Pemprov Papua Siapkan Sekolah Khusus di Empat Kabupaten

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan berkomitmen memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Salah…

4 hours ago

Soal Kasus di SMAN 4,  Sekolah Diminta Ambil Keputusan Tegas

  Rustan mengatakan, persoalan tersebut diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat dan pemberitaan di media…

5 hours ago

Dinsos Pastikan Rumah Singgah Segera Beroperasi

Pemerintah Kota Jayapura memastikan pembangunan dan penyiapan rumah singgah bagi masyarakat penyandang masalah sosial terus…

6 hours ago

Tidak Pernah Direalisasikan, Warga Abe Pantai Malas Sampaikan Aspirasi

Warga Kampung Biak, Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, mengaku jenuh menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi…

7 hours ago