

Yunus Wonda (foto:Priyadi/Cepos)
SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura terus berupaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Dalam rapat koordinasi bersama seluruh kepala OPD, Kamis (28/8/2025), Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, menegaskan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari pusat.
“Capaian PAD harus kita genjot. Jangan terus bergantung pada dana transfer. Kabupaten Jayapura punya banyak potensi, mulai dari sektor pariwisata, jasa, perhotelan, restoran, hingga retribusi parkir. Kalau semua dikelola dengan baik, bisa jadi sumber PAD yang besar,” tegas Bupati, Jumat (29/8).
Untuk menekan kebocoran, Bupati memastikan mulai Oktober 2025 seluruh retribusi dan pajak daerah akan beralih ke sistem digital berbasis barcode. Dengan begitu, masyarakat dapat membayar pajak atau retribusi secara lebih transparan, sekaligus menjamin bahwa penerimaan masuk langsung ke kas daerah.
“Tidak ada lagi manual. Semua harus digital agar kebocoran benar-benar bisa dihilangkan,” ujarnya.
Selain pajak restoran dan parkir, Bupati juga menyoroti potensi pajak perumahan serta retribusi kebersihan. Ia menekankan perlunya pembagian yang adil antara iuran RT/RW dan pemerintah daerah, mengingat pengangkutan sampah dikerjakan oleh dinas terkait.
Page: 1 2
Dalam rangkaian forum APEKSI tersebut, Wali Kota Jayapura secara aktif mengikuti forum Rembuk Kebudayaan…
Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…
Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…
Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…
RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai sejauh ini masih dalam kondisi…