Categories: SENTANI

Kunjungan Delegasi Gereja Dunia Tidak Sentuh Akar Persoalan Papua

Presiden Negara Federal Papua Barat Forkorus Yaboisembut bersama anggota Polisi NFPB di Sekretariat NFPB, Kamis, (28/2). ( FOTO : Robert Mboik Cepos)


SENTANI- Forkorus Yaboisembut yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Negara Federal Papua Barat mengatakan, kunjungan delegasi gereja dunia di Papua beberapa waktu lalu merupakan  salah satu upaya untuk mewujudkan perjuangan dan doa  rakyat Papua mengenai perjuangan mendapatkan pengakuan kedaulatan kemerdekaan orang Papua atau hak menentukan nasib sendiri.

Namun dia menilai, kedatangan delegasi gereja itu belum  menyentuh akar persoalan yang sedang terjadi di Papua.

“Bicara masalah Papua, harusnya libatkan pimpinan politiknya. Kami kecewa karena tidak dilibatkan,”kata Forkorus Yaboisembut kepada wartawan di Sekretariat NFPB, Kamis (28/2).

Dia mengatakan, kunjungan itu bertujuan dalam rangka mengupayakan penyelesaian konflik di Papua. Mulai dari pelanggaran HAM dan sejumlah persoalan lainnya.   Pemerintah Indonesia harus memberikan hak kemerdekaan dan kedaulatan penuh bagi kemerdekaan negara Papua.

“Yang pertama sekali kami sangat menyesal karena  kunjungan itu  ditutup-tutupi dan tidak diketahui oleh masyarakat Papua secara umum,” katanya.

Oleh karena itu, apabila pihak  gereja dan pihak elit politik birokrasi tidak mau menyentuh akar persoalan yaitu politik aneksasi yang dilakukan Indonesia, maka pimpinan NFPB tetap mengupayakan perjuangan kemerdekaan itu melalui jalur politik internasional.

“Dari hasil kunjungan itu, yang kami tahu adalah diputuskan akan dibuka dialog yang  komperehensif tanpa syarat.  Kalau  ingin bicara politik orang Papua, kan  ada pemimpinnya, silakan ketemu,” tandasnya.

Pihaknya kembali menegaskan sebenarnya rakyat Papua tidak menginginkan pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia saat ini. Kata dia, orang Papua hanya  menginginkan agar Indonesia harus merelakan dan melepas Papua  untuk menentukan nasibnya sendiri sebagai sebuah negara yang berdaulat dan merdeka. Untuk itu, pihaknya tetap menyatakan diri mengupayakan penentuan nasib sendiri melalui lobi politik baik di negara pasifik hingga  dunia internasional.

“Dari TPN OPM  akan terus melanjutkan perjuangan apabila Indonesia tidak memberikan kedaulatan untuk kemerdekaan Papua Barat.

Akan meneruskan perjuangan negara federal Papua Barat dengan perjuangan lobi  politik internasional dengan tema Tak Kenal Maka Tak Sayang,” katanya.

Dia menambahkan, upaya kemerdekaan Papua Barat terus diperjuangkan khususnya dinegara Eropa. Saat ini juga perjuangan kemerdekaan itu melalui masih terus dilakukan melalui Road Map Of Independence.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

4 hours ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

5 hours ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

7 hours ago

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

1 day ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

1 day ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

1 day ago