Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa parameter gempa bumi ini diperbarui menjadi M4,9. Episenter gempa terletak pada koordinat 2,01° LS dan 138,95° BT, atau tepatnya di darat pada jarak 28 km tenggara Sarmi, Papua, dengan kedalaman 10 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Anjak Mamberamo,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya.
Daryono menjelaskan hingga pukul 10.15 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan 120 kejadian gempa susulan (aftershock). Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo M5,1 dan terkecil M2,2. (vic/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Abisai, hingga saat ini sudah banyak program dan kebijakan yang dijalankan dalam rangka implementasi…
Edarkan Tramadol yang diketahui masuk dalam jenis obat keras ribuan butir atau tepatnya sebanyak 1.721…
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Djoni Naa, mengungkapkan masih banyak oknum perusahaan di…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Plh Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Irene Pagawak mengatakan seluruh sapi bantuan presiden…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyebutkan baru saja dilakukan penyaluran bantuan dari pemerintah…