

Polres Sarmi mengerahkan personil gabungan untuk meningkatkan Patroli di seputaran Kota Sarmi, Senin ( 01/05) lalu. (foto:Polda Papua For Cepos)
SARMI– Kepolisian Resor (Polres) Sarmi terus mengembangkan penyelidikan kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Kampung Ebram, Distrik Sarmi Timur, Kabupaten Sarmi, belum lama ini. Hingga saat ini, tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Intelkam, serta jajaran Polsek Bonggo, Pantai Timur, dan Tor Atas masih memburu pelaku yang diketahui berinisial RD.
Kasat Reskrim Polres Sarmi, AKP Heryandi, mengungkapkan bahwa pelaku RD merupakan calon menantu dari korban. Dugaan kuat, RD melakukan penganiayaan berat terhadap calon istrinya dan kedua orang tua calon istrinya dengan senjata tajam jenis parang pada Senin malam, 26 Mei 2025.
Ketiga korban mengalami luka berat akibat serangan brutal menggunakan senjata tajam. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan razia di sepanjang jalur trans Jayapura–Sarmi untuk mencegah pelaku melarikan diri ke luar wilayah.
“Upaya pencarian masih terus dilakukan secara intensif. Kami juga memperketat pengawasan terhadap setiap kendaraan yang melintas di jalur trans Sarmi–Jayapura, termasuk kendaraan penumpang dan barang,” jelas AKP Heryandi.
Polres Sarmi meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku agar segera melapor ke pihak berwajib demi mempercepat proses penangkapan dan penegakan hukum.(roy).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…