Categories: PEGUNUNGAN

Massa Wouma Kurima Telah Dipulangkan Usai Ritual Lepas Tali Panah

WAMENA– Usai melakukan perdamaian patah panah di Polres Jayawijaya Sabtu (23/5) lalu, keluarga besar dari Wouma Kurima akhirnya melakukan ritual lepas panah dan massa kembali ke wilayahnya masing-masing Kamis (27/5)

Kepala Suku Wouma Kurima Hamzah Lantipo menyatakan usai konflik pada 15 Mei lalu selanjutnya tak ada lagi konflik yang berkembang. Setelah itu pemerintah menginisiasikan untuk menghadirkan kedua belah pihak ke halaman Polres Jayawijaya untuk perdamaian secara administrasi sudah dilakukan dan konflik berakhir.

“Pemerintah berikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan hasil kesepakatan kepada semua masyarakat kami dan hasilnya sudah disampaikan, selanjutnya kami melakukan ritual lepas tali busur dan setelah itu memulangkan seluruh massa yang ada di Wamena,” di Maplima Wamena Kamis (28/5)

Menurutnya, seluruh massa dari belakang hingga depan yang ada di wilayah Wouma sudah dipulangka sejak Rabu (27/5) kemarin.

“Kami pastikan massa dari Wouma Kurima yang datang sudah dipulangkan sejak kemarin hingga hari ini, karena kami sudah meyakinkan mereka jika tidak ada lagi konflik,” jelas Hamzah.

Kata Hamzah, setelah tahapan pertama ini dilakukan, namun masih ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam waktu dekat ini seperti melakukan perdamaian bersama secara adat sebab, saat perdamaian secara administrasi di polres Jayawijaya kedua belah pihak belum diberikan kesempatan untuk bersalaman.

“Kami juga momohon kepada pemerintah karena kami banyak korban semua rumah dan semua harta habis terbakar, anak -anak kami sekolah dan sudah kehilangan asrama karena dibakar, tinggal di rumah sanak keluarga juga kapasitasnya tak mendukung, sehingga kita minta pemerintah bisa melihat hal ini,” katanya.

“Kami ingin warga yang rumahnya Dibakar itu paling tidak rumahnya dibangunkan agar mereka bisa kembali dan tidak lagi hidup dalam pengungsian,” tutup Kepala Suku Wouma Kurima.

Di tempat yang sama salah satu tokoh Intelektual Kurima Okto Hesegem mengakus telah penyelesaian penandatanganan itu, pihaknya diberi mandat secara adat harus kita kehonai masing-masing untuk melakukan inisiasi adat. Dalam hal ini lepas tali panah, tanda bahwa perang selesai.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

24 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

1 day ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

1 day ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

1 day ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

1 day ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

1 day ago