“Dengan ritual yang telah kami laluikan jika terjadi perang lagi itu bukan tanggung jawab lagi kami, itu di luar dari persoalan ini. Jadi secara budaya sudah berarti semua kita menahan diri dan aktivitas kita mulai jalan normal seperti biasa.”
“Rekonsiliasi secara total agar persoalan ini berhenti secara total itu kita harus lakukan habis ini sebab untuk masing-masing honai sudah dilakukan, Jadi rekonsiliasi itu nanti difasilitasi oleh pemerintah, kita ketemu lagi. Karena kemarin kita belum lakukan secara adat, kita belum jabat tangan,” bebernya.(jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Ada sejumlah rute dan salah satunya menuju Mamberamo Raya. Ya jika hanya mengandalkan pesawat tentu…
Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…