“Dengan ritual yang telah kami laluikan jika terjadi perang lagi itu bukan tanggung jawab lagi kami, itu di luar dari persoalan ini. Jadi secara budaya sudah berarti semua kita menahan diri dan aktivitas kita mulai jalan normal seperti biasa.”
“Rekonsiliasi secara total agar persoalan ini berhenti secara total itu kita harus lakukan habis ini sebab untuk masing-masing honai sudah dilakukan, Jadi rekonsiliasi itu nanti difasilitasi oleh pemerintah, kita ketemu lagi. Karena kemarin kita belum lakukan secara adat, kita belum jabat tangan,” bebernya.(jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…