Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku jika memang saat ini Jayawijaya membutuhkan rekonsiliasi, namun timbul pertanyaan rekonsiliasi ini dengan siapa, dan atas masalah apa, dua poin ini penting untuk disampaikan kepada publik , selain itu pelaku dan korban juga harus disampaikan, rekonsiliasi ini dilakukan secara adat Baliem dan itu didukung.
“Menjadi catatan dan perlu diketahui itu siapa korbannya, atas peristiwa apa, siapa pelakunya, siapa saja yang diajak rekonsiliasi atau berdamai ini harus jelas, dan aktifitas warga juga tak harus di berhentikan total tapi kegiatan pembatasan itu dilakukan dimana sehingga tak mengorbankan masyarakat umum,” Kata Festus.
Festus menambahkan, dalam pembatasan waktu aktifitas sehari dalam rekonsiliasi ini tidak ada jaminan kepada masyarakat kita yang menggantungkan hidupnya setiap hari berjualan dipasar misalnya, konsekuensinya pemerintah harus membiayai mereka.
“Kalau dihentikan semua aktifitas kira-kira mereka -mereka ini bagaimana, dan siapa yang mau menjaminkan hidup mereka yang tergantung pada satu hari pendapatan misalnya, sehingga perlu ada revisi kembali ketentuan ini,” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menangapi terkait dengan itu, Ketua Komnas Ham Papua, Frits Ramandey menyebut pihaknya sangat menyayangkan aksi…
Meski saling berdebat namun dibawah dengan candaan, sehingga lawan tidak menangapi serius. Bersama Kepala Kantor…
Puluhan alat berat tersebut akan difokuskan pada pemetaan kerusakan infrastruktur serta evakuasi puluhan kendaraan yang…
Persipura kini memiliki 33 pemain untuk menatap putaran ketiga. Kelima pemain baru mereka juga telah…
Rumah yang dipindahkan umumnya berupa rumah panggung berbahan kayu. Bangunan ini dirancang tanpa menggunakan paku,…
Selain berfungsi sebagai alat pemantauan, pemasangan CCTV juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencegah meningkatnya…