

Caption: Tampak salah satu kelompok warga yang bertikai di Jembatan Pikhe Wamena, Minggu, (26/6).Pertikaian antara kedua kelompok masyarakat dari Lanny Jaya dan warga Distrik Witawaya, akhirnya diselesaikan dengan cara dimediasi oleh Polres Jayawijaya. ( foto:Denny/ Cepos )
WAMENA—Pertikaian antara kedua kelompok masyarakat dari Lanny Jaya dan warga Distrik Witawaya, akhirnya diselesaikan dengan cara dimediasi oleh Polres Jayawijaya, Minggu, (26/6).
Kapolres Jayawijaya, AKBP. Muh Safei. AB, SE menyatakan, kasus ini merupakan perkelahian antara masyarakat yang berawal dari Miras yang mengakibatkan ketersinggungan salah satu pihak, kemudian melakukan pelemparan, sehingga melibatkan kelompok dan terjadilah aksi saling serang malam Minggu, kemarin.
“Kami coba menangani dengan cara mediasi dua kelompok yang bertikai ini, dalam masalah ini tak ada korban jiwa, hanya luka -luka akibat lemparan kepada korban Dani Tabuni,” ungkapnya Senin, (27/6) kemarin.
Ia menyatakan sejak piket penjagaan mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi aksi saling serang antar kelompok masyarakat Lanny Jaya yang berdomisili di Jembatan Pikhe dengan masyarakat Kampung Witawaya di daerah Jembatan Pikhe, piket jaga Polsek Wamena Kota bersama piket Dalmas langsung mendatangi TKP untuk mengecek kejadian tersebut.
“Setelah datang ke TKP dan banyak orang di sana, akhirnya kita kerahkan personel siaga regu 4 berjumlah 20 orang untuk melaksanakan pengamanan di sana,”jelasnya.
Menurutnya, saat tiba di lokasi, anggota mendapat informasi jika ada korban, selanjutnya anggota mengecek terhadap korban, setelah dicek dan melihat keadaan korban, selanjutnya anggota mengevakuasi korban luka ke RSUD Wamena guna mendapatkan perawatan medis.
Ditambahkan, saat bergeser ke lokasi pertikaian, kedua kelompok sudah saling serang menggunakan alat-alat tradisional berupa parang, kapak, panah, sehingga anggota berusaha melerai kedua kelompok massa, meminta tokoh -tokoh kedua belah pihak agar mengarahkan masyarakat untuk mundur.
Lanjut Kapolres, karena masyarakat tetap saling serang sehingga pihak kepolisian melakukan tembakan gas air mata serta tembakan peringatan ke atas, sehingga kedua kelompok massa mulai mundur kembali ke kelompoknya masing-masing.
“Setelah berhasil menenangkan massa, kami melakukan patroli di seputaran lokasi mengecek kelompok massa yang masih berkumpul dan mengarahkan untuk segera pulang ke rumah masing masing,”tutupnya. (jo/tho)
Tim Persipura Jayapura sudah dipastikan akan kedatangan pelatih kepala baru. Ini setelah juru taktik musim…
Menurut Anthon, penetapan tersangka yang dilakukan setelah penggeledahan dan kemudian dilanjutkan dengan pelimpahan berkas perkara…
Dari rekaman suara selama 13,56 menit yang tersebar terdengar jelas jika Wesley nampak ikut berduka…
Ada sejumlah rute dan salah satunya menuju Mamberamo Raya. Ya jika hanya mengandalkan pesawat tentu…
Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…