Categories: PEGUNUNGAN

Realisasi Program Pemkab Mimika Masih Rendah

TIMIKA – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2023, kinerja Pemerintah Kabupaten Mimika belum menunjukkan progress positif. Itu tergambar dari rendahnya realisasi program terutama kegiatan fisik yang sebagian besar OPD belum mencapai 50 persen.

Progres itu dilaporkan dalam rapat monitoring dan evaluasi yang dipimpin Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte didampingi Kepala Bappeda Mimika, Ir Yohana Paliling, MSi di Hotel Grand Tembaga, Selasa (25/7/2023). Rapat dihadiri para pimpinan OPD, pejabat pembuat komitmen hinga operator Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).

Pj Sekda mengatakan rapat rutin dilakukan untuk menginventarisir faktor yang mendukung dan menghambat jalannya program di setiap OPD. Sehingga melalui rapat bisa menemukan solusi dan pemecahan masalah yang tepat dan akurat serta mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang dikelola.

Setelah mendapat laporan dari tiap OPD, Pj Sekda meminta agar semua proses pelelangan bisa diselesaikan paling lambat awal Agustus sehingga pada pekan kedua pekerjaan fisik bisa dimulai dan selesai tepat waktu.

Pj Sekda juga mendorong hal tersebut agar serapan anggaran bisa maksimal. Dengan adanya kegiatan fisik maka masyarakat yang terlibat langsung sebagai pekerja di kegiatan bisa mendapatkan manfaat ekonomi. Bahkan perputaran uang di Mimika bisa semakin baik.

“Saya harap jangan sampai kita rapat di minggu kedua bulan Agustus dan masih berproses terus. Apalagi bila sampai masuk di triwulan keempat dan kita masih berproses. Proses itu bagian dari langkah, tapi jangan sampai kita berproses hanya di tempat,” pesannya.

Sementara itu Kepala Bappeda Mimika, Ir Yohana Paliling, MSi mengungkapkan, monitoring dan evaluasi terus dipantau melalui aplikasi SIMONEV untuk melihat progres setiap OPD. Dari 65 OPD yang ada di lingkup Pemkab Mimika, sebagian besar masih rendah. Baru 6 OPD yang realisasinya sudah 50 persen lebih, kemudian ada 16 OPD dengan realisasi di bawah 20 persen dan sebagian besar berada di angka 30-40 persen.

Yohana menilai, rendahnya progres APBD ini cukup mengkhawatirkan karena sudah memasuki triwulan ketiga. Sehingga ia berharap, kegiatan yang sudah berkontrak harus segera dikerjakan dan dilakukan penagihan uang muka.

“Intinya yang kita kejar sekarang adalah yang sudah berkontrak. Namun bisa jadi masalah bila ada yang belum masuk di sistem dan belum dipaketkan, apalagi bila perencanaan juga belum jalan, atau bahkan belum dilelang,” tutur Yohana.(ryu)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: ASNTIMIKA

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

14 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

15 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

16 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

17 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

18 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

19 hours ago