

Kepala Dinas Kesehatan dr. Willy Mambieuw, SpB ( FOTO: Denny/ Cepos )
WAMENA—Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya melakukan pra rembuk penanganan Stunting (gagal pertumbuhan) di mana setiap masalah yang ditemukan OPD dalam 21 lokus sasaran yang ada di distrik dan kampung, telah dipresentasekan, sehingga nanti akan dimasukkan dalam rembuk untuk menentukan intervensi apa yang nanti dilakukan oleh OPD.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Willy E Mambieuw, SpB menyatakan, pihaknya telah melakukan pra rembuk penanganan Stunting di Jayawijaya, di mana setiap OPD memaparkan hasil pengamatannya di lapangan, sehingga berdasarkan hasil ini nantinya ditindaklanjuti dalam program dan kegiatan akan dilakukan.
“Penanganan Stunting ini ditindaklanjuti semua OPD, sehingga masalah yang ada di 21 titik ini, dibicarakan dalam pra rembuk, sehingga dari masalah ini bisa menentukan langkah selenjutnya,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (25/3), kemarin.
Ditambahkan, penanganan Stunting ini merupakan program pemerintah pusat sehingga perlu sinergitas antara OPD di lingkungan Pemkab Jayawijaya, sehingga langkah yang akan dilakukan ini sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan pemerintah pusat, namun tetap disesuaikan dengan keadaan dan kondisi daerah yang menjadi sasaran. (jo/tho)
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…