Categories: PEGUNUNGAN

Lakukan Tracing, Dapatkan 4 Pasien Covid

Bupati Jhon Richard Banua, SE, MSi Denny/ Cepos

WAMENA-Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua, mengungkapkan bahwa dari hasil tracing yang dilakukan, Tim Gugus mendapatkan 4 pasien baru yang melakukan kontak dengan pasien Covid sebelumnya. Dengan tambahan baru ini, maka jumlah pasien di Jayawijaya mencapai 25 orang.

   “Kini pasien kita mencapai 25 orang yang positif di Jayawijaya, kita masih terus melakukan tracing untuk mencari lagi warga yang kontak dengan pasien yang positif ini,” ungkapnya Kamis (24/9) kemarin.

   Menurutnya, Pemda Jayawijaya belum melakukan pembatasan waktu aktifitas masyarakat atau lockdown lagi, namun masih tetap mempertahankan tim medis yang ada di Bandara Sentani Jayapura.  Mereka  melakukan pemeriksaan kepada penumpang yang akan ke Wamena dari Jayapura. Artinya pengawasan yang dilakukan sudah cukup baik, namun adanya pasien Covid di Jayawijaya lantaran ketidaktaatan saja.

  “Kita belum bisa melakukan lockdown penutupan bandara atau pembatasan waktu aktifitas masyarakat, kita masih fokus melakukan tracing terhadap warga yang melakukan kontak dengan 25  pasien yang saat ini ada di Jayawijaya,” jelas Bupati.

   Kalau berbicara masalah menutup bandara, kata Jhon Banua, dengan tim yang disiapkan di Bandara Sentani untuk melakukan pelayanan rapid test, itu sudah cukup maksimal dalam memberikan pengawasan. Seperti halnya yang terjadi pada salah satu pasien yang awal masuk saat dirapid di Sentani non reaktif, naik ke Wamena selama 14 hari rapid ulang reaktif dan disusul swab tes hasilnya positif.

  “Sekarang yang terpenting menindak lanjuti hasil wawancara dengan pasien covid  yang dirawat untuk melakukan tracing, mulai bertemu dengan siapa, tinggal dimana, ini yang perlu kita tahu untuk menindak lanjuti masalah ini,”katanya

  Ia menyatakan dari 25 pasien ini, kebanyakan diantaranya orang dewasa, dan ada bayi usia 9 bulan serta ibu hamil muda yang kini dirawat. Mereka semua karena melakukan kontak langsung dengan pasien yang positif, sehingga untuk melakukan tracing pemerintah tak pernah main -main untuk mencari warga -warga ini.

  “Kami juga menggunakan medsos untuk melakukan tracing, karena ada yang memposting keberadaannya dengan siapa, facebook itu menjadi bahan kita juga melakukan tracing kepada warga yang kontak dengan pasien,” tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Laga Pamungkas

Nah sebagai tim tanpa beban ini justru kadang menjadi ancaman bagi kubu tuan rumah karena…

11 hours ago

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

24 hours ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

1 day ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

1 day ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

1 day ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

1 day ago