

WAMENA- Lantaran adu mulut terkait proses pembayaran togel antara orang mabuk dan penjual togel, akhirnya kalimat yang mengandung ujaran kebencian keluar dan memicu emosi masyarakat di sekitar jalan Patimura Wamena. Warga sempat hendak mengeroyok penjual togel yang berinisial AH, namun polisi berhasil meredam agar masalah tersebut agar tak meluas.
Sejak Kamis (23/7) malam aparat kepolsian yang dihubungi oleh warga korban langsung datang ke TKP guna mengamankan pelaku penjual togel bersama keluarganya dan ia langsung ditahan di Mapolres Jayawijaya. Jumat (24/7) pagi, proses penyelesaian masalah kembali dilakukan dengan melibatkan masyarakat jalan patimura dan paguyuban dan LMA Jayawijaya dipimpin Kapolres , Bupati dan Dandim1702/ Jayawijaya
Dalam penyelesaian itu warga jalan Patimura tak ingin pelaku AH dilakukan proses hukum namun penyelesaiannya dilakukan secara kekeluargaan namun pelaku AH dan keluarganya juga harus meninggalkan Wamena. Sebab warga menilai apa yang dilakukan oleh AH bisa memancing situasi karena saat ini warga Jayawijaya masih dalam keadaan trauma pasca 23 september tahun lalu.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen menyatakan sudah memberikan tawaran agar pelaku diproses hukum seberat -beratnya, namun pendapat warga berbeda dan meminta untuk prosesnya dilakukan secara kekeluargaan.
“Jadi sekitar 50 orang warga jalan Patimura Wamena kita hadirkan bersama Paguyuban, LMA , FKUB untuk menyelesaikan masalah ini dan mereka semua telah menandatangani kesepakatan bersama untuk tidak memperpanjang masalah ini dalam surat pernyataan,”ungkapya Jumat (24/7) kemarin.
Dengan penandatanganan surat pernyataan tersebut, maka Polres Jayawijaya mengharapkan untuk pihak -pihak masyarakat tidak lagi mempolitisir masalah ini baik dari Grup ke grup WA dan media sosial yang bisa menghasut semua pihak.
Di tempat yang sama Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua meminta kepada jajaran keamanan untuk menindak lanjuti masalah ini dengan memberantas semua perjudian togel yang ada di Kota Wamena. Kalau tidak bisa, Bupai akan menghimpun pemuda gereja untuk memberantas penyakit masyarakat ini sendiri.
“Masalah yang timbul saat ini dari Togel dan Miras, sehingga saya minta TNI/Polri bisa memberantas penyakit masyarakat ini, kalau memang tak bisa saya akan menghimpun pemuda gereja di Wamena untuk memberantas togel dan miras,”tegasnya. (jo/tri)
Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…
Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…
Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…
Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…