Kondisi jalan di Distrik Libarek, yang menghubungkan Jayawijaya dengan Tolikara, Mamberamo Tengah dan Yalimo, yang dipalang oleh sekelompok warga, Rabu, (24/5), kemarin. (FOTO:Denny/ Cepos)
WAMENA–Aksi pemalangan jalan kembali dilakukan oleh masyarakat dari Distrik Libarek, Rabu, (24/5), kemarin. Pemalangan ini dipicu oleh kasus penembakan warga yang dilakukan oknum anggota Polres Tolikara beberapa waktu lalu. Akibat pemalangan ini membuat ruas jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayawijaya dengan Tolikara, Mamberamo Tengah dan Yalimo terhambat.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, S.IK turun langsung ke tempat pemalangan di Distrik Libarek guna bertemu dengan masyarakat untuk berdialog dan meminta agar warga segera membuka pemalangan itu supaya pengguna jalan lain tidak terganggu dengan aksi tersebut.
“Dalam pertemuan itu, kami minta kepada masyarakat yang melakukan aksi pemalangan jalan untuk segera membuka palang, banyak masyarakat yang menjadi korban karena akses jalan terhalang,” ungkapnya, Rabu (24/5) kemarin.
Kapolres menyatakan, aksi pemalangan jalan di Distrik Libarek ini merupakan yang kedua kalinya. Sekelompok masyarakat yang merupakan keluarga korban kasus penembakan oleh oknum anggota Polri yang hingga saat ini penyelesaian secara adatnya belum selesai.(jo/tho)
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menahan Pendapatan…