

Korban Natianus Gwijangge korban penganiayaan yang mendapat perawatan medis di RSUD Wamena, Kamis (23/9). (FOTO: Polres Jayawijaya For Cepos)
WAMENA-Diduga dipicu masalah hubungan asmara, seorang remaja bernama Natianus Gwijangge (17) dihadang dan dikeroyok oleh 3 orang di wilayah kuburan Sinakma Wamena, Rabu (22/9) malam sekitar pukul 21.50 WIT. Saat itu, korban yang sedang asyik telepone kekasihnya, dianiaya dengan cara kaki kanannya dibacok dengan menggunakan alat tajam.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh. Safei. A.B. SE ketika dikonfirmasi membenarkan adanya aksi penganiayaan yang terjadi terhadap seorang remaja. Belum jelas aksi kekerasan ini terjadi karena permasalahan apa, namun diduga aksi ini dilakukan karena masalah hubungan asmara.
“Kita masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari saksi korban sendiri, serta saksi -saksi yang melihat kejadian itu untuk ditelusuri dan mengungkap para pelaku yang melakukan penganiayaan itu,” ungkapnya Kamis (23/9) kemarin.
Dari kronologis yang disampaikan oleh saksi Epa Kogoya, (34 ) yang merupakan Kepala Kampung Woken, pada saat itu korban yang sedang menerima telepon di sekitar TKP, tidak lama kemudian datang 3 orang pelaku menghampiri korban, selanjutnya melakukan penganiayaan menggunakan benda tajam di bagian kaki kanan.
“Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri menuju ke arah Kota Wamena, sementara saksi juga tidak mengenal para pelaku, sehingga masih butuh keterangan dari korban,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan jika saksi beranggapan bahwa kejadian penganiayaan ini berkaitan dengan kasus Asmara yang pernah dialami oleh korban. Namun ini belum bisa dipastikan dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini korban masih dalam perawatan dan penaganan medis dari RSUD Wamena, sehingga belum bisa untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” jelas Kapolres Jayawijaya.
AKBP Muh. Safei menyatakan usai mendapat laporan Pukul 22.10 WIT piket Fungsi yang menerima laporan penganiayan langsung menuju TKP yang di pimpin oleh Kasat Bimas AKP Harbani Paruki dan IPda Laode Abdul Syukur (KBO Lantas) tiba di TKP selanjutnya membawah korban ke RSUD Wamena guna mendapatkan perawatan medis.
“Kita sudah mengarahkan korban untuk membuat laporan Polisi untuk menindaklanjuti masalah penganiayaan yang terjadi kemarin,” tutupnya. (jo/tri)
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…