

Pegunungan Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol, SE, M.M mengunjungi Kabupaten Yalimo guna melakukan koordinasi pemulihan, Jumat (19/9) kemarin. Dok Humas Papua
WAMENA– Kerusuhan yang terjadi di Elelim Kabupaten Yalimo pekan lalu, benar-benar melumpuhkan sebagian besar sektor, baik pendidikan hingga perekonomian.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol, SE, M.M menyatakan kedatangannya bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan simbol kehadiran pemerintah yang peduli dan hadir di tengah luka masyarakat.
“Kemarin kita ke Yalimo melakukan koordinasi bersama Forkopimda dan membahas langkah-langkah strategis untuk memulihkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat pasca kerusuhan,”ungkapnya Sabtu (20/9) di Wamena.
Ones juga menyebutkan jika masyarakat Yalimo menyampaikan aspirasi mereka untuk meminta pemenuhan kebutuhan dasar, penarikan pasukan militer non-organik, dan yang paling menyayat hati penolakan keras terhadap rasisme yang dilontarkan kepada orang Papua telah melukai hati dan martabat sehingga memicu kerusuhan.
“Cukup ini yang pertama dan terakhir terjadi di Yalimo. Mari kita semua bersatu menjaga kedamaian, karena ketenangan itu sangat penting. Kita jaga keluarga, kita kontrol kata-kata, supaya hal ini tidak boleh terjadi lagi, bukan hanya untuk Yalimo dan Papua tetapi untuk seluruh dunia terhadap orang kulit hitam dan rambut keriting. Tidak boleh rasis,” tegas Pahabol.
Page: 1 2
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…
Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…
Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…
Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…