Categories: PEGUNUNGAN

Ones Pahabol: Cukup ini yang Pertama dan Terakhir Terjadi di Yalimo

WAMENA– Kerusuhan yang terjadi di Elelim Kabupaten Yalimo pekan lalu, benar-benar melumpuhkan sebagian besar sektor, baik pendidikan hingga perekonomian.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol, SE, M.M menyatakan kedatangannya bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan simbol kehadiran pemerintah yang peduli dan hadir di tengah luka masyarakat.

“Kemarin kita ke Yalimo melakukan koordinasi bersama Forkopimda dan membahas langkah-langkah strategis untuk memulihkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat pasca kerusuhan,”ungkapnya Sabtu (20/9) di Wamena.

Ones juga menyebutkan jika masyarakat Yalimo menyampaikan aspirasi mereka untuk meminta pemenuhan kebutuhan dasar, penarikan pasukan militer non-organik, dan yang paling menyayat hati penolakan keras terhadap rasisme yang dilontarkan kepada orang Papua telah melukai hati dan martabat sehingga memicu kerusuhan.

“Cukup ini yang pertama dan terakhir terjadi di Yalimo. Mari kita semua bersatu menjaga kedamaian, karena ketenangan itu sangat penting. Kita jaga keluarga, kita kontrol kata-kata, supaya hal ini tidak boleh terjadi lagi, bukan hanya untuk Yalimo dan Papua tetapi untuk seluruh dunia terhadap orang kulit hitam dan rambut keriting. Tidak boleh rasis,” tegas Pahabol.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Arthur Viera: Persipura Bukan Sekadar Klub

Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…

3 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

4 hours ago

Dari 5 Kasus, Amankan 9 Tersangka dengan Barang Bukti 2,5 Kg Ganja

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…

6 hours ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

7 hours ago

Harga Bapok di Pasar Melejit, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…

8 hours ago

Memiliki Kesamaan Budaya Sepak Bola, Bek Persipura Sebut Papua Mirip Brasil

Selain itu, bermain sepak bola juga lazim dilakukan di berbagai lokasi terbuka, situasi yang menurutnya…

9 hours ago