Categories: PEGUNUNGAN

Atasi Konflik, Dorong Percepatan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan

ILAGA-Image bahwa Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah merupakan daerah rawan konflik, mendapat perhatian dari anggota Komisi 1 DPR RI, Yan Permenas Mandens.

Menurutnya, apa yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini di Kabupaten Puncak, mengindikasikan bahwa masyarakat di Kabupaten Puncak butuh perhatian dan sentuhan dari pemerintah, khususnya dari pemerintah pusat.

Diakuinya, cara pemerintah dalam menangani konflik di Papua, termasuk di Kabupaten Puncak sudah tidak relevan.

“Semua cara yang kita lakukan dalam menangani konflik di Papua tidak relavan. Operasi sudah kita lakukan berulang kali dan korban berjatuhan dari pihak masyarakat, TNI-Polri dan KKB, namun turun-temurun tidak juga tuntas sehingga masih terjadi konflik,” jelasnya kepada awak media di Ilaga, Kabupaten Puncak, Kamis (22/6).

Terkait dengan kondisi ini, Mandenas mengaku sudah melakukan berbagai pertemuan dengan seluruh komponen masyarakat termasuk generasi muda, dirinya melihat tingginya antusias dari masyarakat khususnya generasi muda agar bagaimana mereka dapat mengikuti pendidikan sangat tinggi.

Oleh sebab itu, Mandenas akan mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap masalah pendidikan dan kesehatan di Papua.

“Saya akan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk fokus memberikan perhatian terhadap kesehatan dan pendidikan di Papua. Jadi ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten dan kota serta provinsi di tanah Papua, tetapi pusat harus melakukan percepatan di dua program ini,” pintanya.

“Dengan adanya percepatan yang dilakukan pemerintah di dua bidang ini, maka anak-anak Papua bisa mengikuti pendidikan dengan baik sampai ke perguruan tinggi, selanjutnya kembali untuk membangun daerahnya serta mengubah maindset masyarakat bahwa pemerintah memberikan sentuhan yang baik untuk keberlangsungan hidup generasi muda di Papua khususnya di daerah konflik,” sambungnya.

Mandenas juga memberikan apresiasi kepada para kepala daerah di daerah konflik seperti di Kabupaten Puncak. Dimana Bupati Puncak tahan banting dalam membangun dan mengurus masyarakatnya di tengah dinamika yang terjadi di daerahnya.

“Walaupun dari sisi keamanan tidak stabil, kadang konflik dan kadang reda, namun tetap bisa dikendalikan dengan baik. Sehingga masyarakat bisa wellcome membuka keterisolasian dengan pemerintah,” tutupnya.(nat/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: RSUDILAGA

Recent Posts

Penembakan Pilot Hanya Mempersulit Masyarkat

Direkrut Eksekutif YKKMP Theo Hesegem menyatakan Sebagai lembaga yang bekerja di bidang kemanusiaan dan perlindungan…

3 hours ago

Di Balik Spam Medsos, Kekerasan Seksual Muncul Tanpa Kontrol

Menurut Yosefina, salah satu faktor utama yang menyuburkan maraknya kejahatan seksual adalah regulasi informasi yang…

4 hours ago

Pulihkan Psikologi Warga Intan Jaya Lewat Trauma Healing

Situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya belum sepenuhnya pulih. Rangkaian aksi kekerasan yang terjadi dalam…

5 hours ago

Kogabwilhan III Sita 47 Senpi dan 3.000 Pohon Ganja Selama Semester I 2026

Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa seluruh hasil operasi ini merupakan bentuk transparansi…

8 hours ago

Polisi Masih Terus Melacak Jaringan Curanmor di Kota Wamena

​Kapolres Jayawijaya, melalui Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan, peningkatan intensitas…

9 hours ago

Seorang Warga Dilaporkan  Hilang di Sungai Maro

Korban diketahui bernama Abdul Rozas (29). Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…

12 hours ago