Categories: PEGUNUNGAN

ADD 2022 Tetap Diarahkan untuk BLT bagi Keluarga Terdampak Covid-19

WAMENA — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayawijaya memastikan, jika Alokasi Dana Desa (ADD)  Tahun 2022 masih sama peruntukannya tahun lalu, yakni untuk penggulangan Covid -19 di kampung- kampung dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang terdampak dan pengembangan perekonomian masyarakat.

Sekretaris DPMK Kabupaten Jayawijaya,  Lepinus Gombo, SPd, MSi menyatakan, untuk dan desa tahun ini, pihaknya masih menunggu penetapan pagu anggarannya melalui peraturan Bupati Jayawijaya, mekanisme penggunaan anggaran juga masih sama dengan tahun lalu, di mana dana itu diarahkan dalam rangka penanganan Covid -19.

“Penggunaan anggarannya masih sama tahun lalu yakni pemberian BLT kepada masyarakat yang terdampak, sementara untuk non BLT juga masih mengacu pada aturan dari pusat, pencairannya tetap dilakukan tiga tahap dan diprogramkan berdasarkan petunjuk pusat”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (22/2).

Menurutnya, DPMK Jayawijaya akan tetap membayarkan BLT sesuai dengan jumlah keluarga yang ada di masing -masing kampung, setelah itu sisannya non BLT akan diarahkan untuk pengembangan usaha -usaha ekonomi kerakyatan, itu yang nanti diutamakan dan acuannya dari peraturan pemerintah pusat.

“BLT dan non BLT ini adalah program pusat dan diberlakukan secara nasional, sehingga setiap kampung itu menyiapkan data sesuai dengan jumlah keluarga yang ada di kampung tersebut,”jelasnya.

Kata Lepinus, karena BLT itu dihitung per KK, dan jika jumlah KK di kampung lebih banyak, bisa saja dana itu dihabiskan untuk BLT,  artinya kalau ada sisa dari pemberian BLT ini barulah digunakan sebagai non BLT untuk kegiatan atau usaha masyarakat.

“Usaha yang diprioritaskan dari non BLT adalah usaha yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kampung, artinya kita akan dorong kepada usaha -usaha yang bisa mendatangkan uang dan bisa mensejahterahkan masyarakat sesuai dengan potensi yang ada di kampung,”bebernya.

Ia menyatakan, usaha -usaha yang bisa ditemui di kampung itu adalah kios, ternak, pertanian dan perikanan,  sehingga ini yang diprioritaskan untuk non BLT, akan diarahkan ke hal -hal yang seperti itu, supaya ada peningkatan perekonomian masyarakat.(jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: SENTANI

Recent Posts

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

5 hours ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

6 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

7 hours ago

Keikhlasan Saat Situasi Ekonomi Kurang Bergairah Jadi Ujian Dalam Berkurban

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…

8 hours ago

TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…

9 hours ago

Empat WNA asal China Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Nabire

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…

16 hours ago