“Mereka akan di didik dan dibina selama satu tahun di sana. Setelah itu, bagi anak-anak yang mampu nantinya mereka akan melanjutkan ke pendidikan pada jenjang berikutnya,” kata Asisten II Setda Kabupaten Jayawijaya.
Ia juga mengharapkan agar anak-anak ini dapat keluar dari stigma negatif dan memiliki masa depan yang cerah dengan ilmu yang nantinya diperoleh, oleh karena itu pemerintah tak akan tinggal diam melihat mereka tanpa pendidikan beraktifitas di jalan.
Lekius juga menambahkan pemerintah tak melihat anak -anak ini sebagai anak -anak jalanan, tapi sebagai generasi emas yang harus diselamatkan karena disadari jika hanya pendidikan yang mampu untuk merubah yang tak bisa menjadi bisa, sehingga diharapkan anak -anak yang berangkat ini bisa lebih tekun dalam belajar.
“Kami dari pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan dari anak -anak yang dikirim untuk kembali bersekolah di Yogjakarta dan Semarang Jawa Tengah karena selain pembinaan akademik, mental dan spritualnya juga akan dibina,” tutup mantan kepala Distrik Tagime. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Plt Kepala Bidang Perdagangan Yosep Tatogo, S.Sos menyatakan terkait dengan layanan pengaduan konsumen untuk pengaduan…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meminta masyarakat pesisir dan para nelayan untuk meningkatkan…
Kondisi fasilitas publik itu saat ini sangat memprihatinkan. Bangunannya tampak kosong, kotor, dan tidak terawat…
Tim Kolaborasi Pesta Babi menegaskan, Mama Yasinta merupakan sosok yang telah lama memperjuangkan hak-hak masyarakat…
PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking) 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di…
Dengan lantang, para pemuda ini meneriakkan slogan “Tolak PSN, Papua Bukan Tanah Kosong”. Seruan tersebut…