“Mereka akan di didik dan dibina selama satu tahun di sana. Setelah itu, bagi anak-anak yang mampu nantinya mereka akan melanjutkan ke pendidikan pada jenjang berikutnya,” kata Asisten II Setda Kabupaten Jayawijaya.
Ia juga mengharapkan agar anak-anak ini dapat keluar dari stigma negatif dan memiliki masa depan yang cerah dengan ilmu yang nantinya diperoleh, oleh karena itu pemerintah tak akan tinggal diam melihat mereka tanpa pendidikan beraktifitas di jalan.
Lekius juga menambahkan pemerintah tak melihat anak -anak ini sebagai anak -anak jalanan, tapi sebagai generasi emas yang harus diselamatkan karena disadari jika hanya pendidikan yang mampu untuk merubah yang tak bisa menjadi bisa, sehingga diharapkan anak -anak yang berangkat ini bisa lebih tekun dalam belajar.
“Kami dari pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan dari anak -anak yang dikirim untuk kembali bersekolah di Yogjakarta dan Semarang Jawa Tengah karena selain pembinaan akademik, mental dan spritualnya juga akan dibina,” tutup mantan kepala Distrik Tagime. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…