“Mereka akan di didik dan dibina selama satu tahun di sana. Setelah itu, bagi anak-anak yang mampu nantinya mereka akan melanjutkan ke pendidikan pada jenjang berikutnya,” kata Asisten II Setda Kabupaten Jayawijaya.
Ia juga mengharapkan agar anak-anak ini dapat keluar dari stigma negatif dan memiliki masa depan yang cerah dengan ilmu yang nantinya diperoleh, oleh karena itu pemerintah tak akan tinggal diam melihat mereka tanpa pendidikan beraktifitas di jalan.
Lekius juga menambahkan pemerintah tak melihat anak -anak ini sebagai anak -anak jalanan, tapi sebagai generasi emas yang harus diselamatkan karena disadari jika hanya pendidikan yang mampu untuk merubah yang tak bisa menjadi bisa, sehingga diharapkan anak -anak yang berangkat ini bisa lebih tekun dalam belajar.
“Kami dari pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan dari anak -anak yang dikirim untuk kembali bersekolah di Yogjakarta dan Semarang Jawa Tengah karena selain pembinaan akademik, mental dan spritualnya juga akan dibina,” tutup mantan kepala Distrik Tagime. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Namun, dari total 64 klub peserta yang tersebar di 16 grup, baru tiga tim yang…
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom tak menampik soal pentingnya membangun karakter anak usia dini yang…
Langkah ini diambil guna memastikan anggaran daerah berdampak langsung pada industri domestik dan menekan ketergantungan…
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan mendorong agar pembahasan perubahan anggaran pendapatan dan belanja…
Menurut dia, total siswa yang mendaftar secara online sebanyak 95 orang yang terdiri dari Kabupaten…
Dalam Amanatnya Bupati Willem Wandik menegaskan, bahwa hari Lahir Pancasila tidak boleh kita pahami hanya…