Categories: PEGUNUNGAN

Komisi IX DPR RI Intensifkan Sosialisasi Stunting

WAMENA-BKKBN bersama Komisi IX DPR RI gencar menyosialisasikan pencegahan stunting di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Kali ini sosialisasi digelar di Distrik Pisugi Wantury, diikuti perwakilan masyarakat dari kampung-kampung Kamis (11/5).

Hadir pada kegiatan itu, Tenaga Ahli Komisi IX DPR RI,  Efalina Gultom, Kepala Dinas DPA3KB Provinsi Papua Pegunungan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Kepala Distrik Pisugi.

Sosialisasi ini dilakukan agar penurunan angka stunting senantiasa dapat dicapai sesuai yang ditargetkan dan peserta sosialisasi juga bukan hanya memiliki pemahaman baru terkait stunting.

“Stunting adalah gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, tentu dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme dan pertumbuhan fisik pada anak,” ujar Efalina Gultom.

Sementara, dalam jangka panjang, dampak stunting adalah sebagai berikut, kesulitan belajar, penyakit jantung dan pembuluh darah.

Dia mengharapkan agar masyarakat dapat membantu pemerintah daerah, berkolaborasi untuk menurunkan angka stunting yang menjadi harapan bersama. “Kita terus melakukan pencegahan dengan melakukan pendampingan sebelum menikah, sedang hamil, dan saat bayi lahir hingga menginjak usia 2 tahun,” katanya.

Sementara itu, Ramlia Salim SE, M.AP dari DPA3KB Provinsi Papua Pegunungan menjelaskan hari pertama kehidupan berkaitan erat dengan pemenuhan gizi di awal kehidupan anak. Pada gilirannya, ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang sekaligus berpengaruh terhadap kesehatannya.

Pasalnya lanjut Ramlia, akibat kekurangan gizi, ukuran organ lebih kecil, anak lebih pendek, kecerdasan anak terganggu dan saat dewasa akan berisiko mengalami penyakit kronis seperti, jantung, diabetes melitus, hipertensi.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Narius Auparai, M.Si. menambahkan, masyarakat harus lebih berhati-hati dengan makanan yang membahayakan pertumbuhan anak.

Narius menyebutkan, Papua tanah yang kaya dan subur, hasil-hasil kebun, ikan segar tentu harus disiapkan sebagai makanan tambahan yang tentu bisa memacu proses pertumbuhan anak. “Masa 1000 HPK sangat penting bagi tumbuh kembang anak dan dapat menentukan perkembangan kecerdasan secara jangka panjang,’ terang Narius.(rel/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENADPR

Recent Posts

Persipura Punya Pelatih Baru

Tim Persipura Jayapura sudah dipastikan akan kedatangan pelatih kepala baru. Ini setelah juru taktik musim…

7 hours ago

Ada yang Salah Dalam Penetapan Tersangka Jampidsus

Menurut Anthon, penetapan tersangka yang dilakukan setelah penggeledahan dan kemudian dilanjutkan dengan pelimpahan berkas perkara…

9 hours ago

Putra Misionaris Korban Pembunuhan Minta Hentikan Kekerasan

Dari rekaman suara selama 13,56 menit yang tersebar terdengar jelas jika Wesley nampak ikut berduka…

11 hours ago

Ada Batu Bogor yang Harus Bunyikan Klakson

Ada sejumlah rute dan salah satunya menuju Mamberamo Raya. Ya jika hanya mengandalkan pesawat tentu…

13 hours ago

Dokter Spesialis Anak Jelaskan Penyebab Paru-paru Basah

Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…

16 hours ago

Ratusan Ular Kobra Lepas saat Banjir , Warga Digigit hingga Dilaporkan Tewas

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…

19 hours ago