Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada para mama-mama asli Tolikara yang berjuang di sektor usaha kecil. Ia meminta Pemerintah Daerah untuk memberikan perlindungan terhadap pelaku UMKM asli Papua, serta membatasi aktivitas dagang oleh pihak non-OAP yang menjual bahan-bahan lokal seperti rica dan bayam di pasar tradisional.
Dalam pandangannya, sinergi antarlembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolikara sangat penting untuk memperkuat pelayanan publik yang berpihak kepada rakyat. Ia berharap seluruh SKPD dapat bekerja selaras demi mendukung visi-misi bupati untuk menjadikan Tolikara sebagai “Kota Injil” yang sejahtera, aman, dan maju.
“Di bawah kepemimpinan yang baru, kami berharap Bupati dan Wakil Bupati mampu merangkul seluruh elemen masyarakat lintas suku dan menciptakan pemerintahan yang bersih, adil, dan bermartabat. Kami ingin melihat kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” tutup Muru Wonda. (Diskominfo Tolikara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…
Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dimulai sejak, Senin 4 Mei hingga Kamis, 7…
Menurutnya, kelulusan merupakan awal dari harapan baru bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang…
Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari…