

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, SI,p, M.Kp bersama Asisten III Setda dan Kadisbudpar Ketua Tim Pemberantasan Miras Dan Narkoba Jayawijaya Theo Hesegem, dan pihak kepolisian mengambil data 3 warga yang tertangkap di salah satu ruko di jalan hom -hom Wamena bersama dengan barang bukti miras pabrikan saat berada di Kanopi Sat Narkoba Polres Jayawijaya, Jumat (18/7) (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA– 9 bandar judi permainan rolex yang ada di salah satu ruko di jalan Ambon dan satu ruko di jalan Hom-hom Wamena yang diduga sebuah cafe remang -remang yang menjadi tempat penyedia jasa PSK dan dan penjualan miras pabrikan digerebek tim Pemberantasan Miras dan Narkoba dari Pemkab Jayawijaya.
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.Ip, M.Kp menyatakan untuk razia miras dan narkoba masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Tim pemberantasan Miras dan Narkoba, dimana untuk pengerebekan pertama sebuah ruko di jalan ambon Wamena yang menjadi tempat perjudian rolex dan togel sehingga 9 orang pria langsung di amankan dan di bawah ke Polres Jayawijaya.
“9 Orang ini dibawa ke Polres Jayawijaya bersama barang bukti alat alat perjudian yang ada seperti mesin rolex dan beberapa kupon putih untuk togel ke Polres Jayawijaya untuk dilakukan proses hukum,”ungkapnya di Polres Jayawijaya Jumat (18/7).
Kata Ronny, Untuk penggerebekan kedua dilakukan di salah satu ruko yang berada di jalan Hom-Hom Wamena dan menemukan beberapa botol miras pabrikan yang di sinyalir dijual dalam ruko tersebut karena tempat itu dijadikan sebagai tempat karoke, selain miras pihaknya juga berhasil mengamankan seorang laki -laki yang mengaku sebagai kurir makanan dan dua orang perempuan yang tinggal di ruko tersebut.
Melihat masalah sosial yang bermunculan ditengah masyarakat Pemkab Jayawijaya tak akan tinggal diam dan akan terus melakukan pencarian, bahkan akan turun di beberapa titik tempat perjudian, dan miras, beberapa kali pemerintah sudah mengimbau untuk menertibkan penjualan miras dalam Kota Wamena.
“Kebanyakan yang menjual miras ini teman -teman dari luar dan ini sangat disayangkan apabila terjadi konflik dalam masyarakat dan kriminalitas nantinya yang disalahkan masyarakat, tetapi tidak disadari kalau yang jual miras ini mereka juga,”beber Wabub Jayawijaya
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya meminta kepada paguyuban yang ada di Jayawijaya untuk lebih memperhatikan warganya, kalau ada yang mau datang dan membuka usaha maka usaha yang masuk akal dan bisa membangun daerah ini, jangan dengan miras dan lain -lain, karena semua agama melarang itu.
Ia juga mengaku untuk dua wanita yang ditemukan pada ruko yang dijadikan sebagai tempat karoke pastinya akan dipulangkan kembali karena mereka mengaku baru tiba di wamena sekitar seminggu yang lalu dari palembang untuk bekerja di tempat tersebut. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…