

WAMENA – Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen menyatakan tiga tahun terakhir ada masyarakat yang kehilangan kendaraan dan itu mencapai 648 kendaraan. Hasil curanmor ini diduga banyak digunakan untuk tindak kekerasan di jalan raya seperti jambret dan begal.
Tidak hanya itu, dari hasil razia kendaraan, ada barang bukti motor dari luar Jayawijaya yang disinyalir sebagai kendaraan hasil curian. “Sebab ada salah satu yang kendaraan yang laporan polisinya ada di Polsek Abe dan ditemukan di Wamena,”ungkapnya.
Ia juga memastikan jika dugaan itu motor curian yang masuk ke jayawijaya saat jembatan jalan trans Papua Wamena – Jayapura belum terputus, sehingga kemungkinan ada yang mencuri di Jayapura dan dibawa ke Wamena.
Selain itu, ada 80 kendaraan yang juga bodong atau tidak bisa terbaca dalam aplikasi yang ada di kantor Samsat, hal ini dikarenakan kemungkinan saat kendaraan ini berpindah tempat ke daerah lain tak melaporkan di kantor sampat setempat sehingga tak terdaftar sebagai kendaraan dalam kota Wamena.
Polres Jayawijaya melalui Sat Lantas kemarin kembali mengembalikan 10 kendaraan hasil kejahatan kepada pemiliknya. Dimana sampai kemarin Polres Jayawijaya telah mengembalikan 42 kendaraan roda dua kepada masyarakat yang melaporkan kehilangan kendaraan ditahun -tahun yang lalu. (jo/tri)
Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…
arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…
Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…
Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…
Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…