

Aktifitas pasar Potikelek yang sepi pembeli, Rabu (18/6) kemarin. (foto:Denny/Cepos)
WAMENA– Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Pegunungan memastikan pergerakan ekonomi di wilayah tersebut cukup berpengaruh dengan situasi dan kondisi keamanan serta aliran dana pemerintah membuat perekonomian lesu, apalagi Kota Wamena mempunyai inflasi yang cukup tinggi yakni 5,75 persen.
Kepala BPS Provinsi Papua Pegunugan Arther Ludwig Pamiasa menyatakan selaku lembaga yang tugasnya melakukan survei dan pendataan lapangan melihat ada pengaruh dari situasi dan kondisi keamanan beberapa waktu terakhir.
“Jayawijaya sebagai kota yang memiliki Indeks Harga Konumen (IHK) yang menjadi tolak ukur untuk Papua Pegunungan mempunyai Inflasi 5,75 persen artinya harga barang ikut naik, dan ketersediaan barang juga membuat pasaran lesu,”ungkapnya di Kantor BPS Papua pegunungan Wamena. Rabu (18/6)
Menurutnya, dari semua masalah itu kembali lagi kepada belanja pemerintah daerah seperti belanja pegawai, dana perimbangan yang lain, dana desa, ini cukup mempengaruhi daya beli dari masyarakat, oleh karena itu situasi perekonomian saat ini meskipun tetap bergerak namun lambat.
Page: 1 2
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…