Categories: PEGUNUNGAN

Metode MBG di Papua Pegunungan Perlu Dikaji Secara Matang

WAMENA – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan menilai pemerintah harus  mengevaluasi metode pemberian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi dan pandangan yang negatif dari masyarakat dengan penerapan program tersebut.

Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere, S.IP, M.AP menyatakan program MBG sebenarnya tidaklah negatif namun perlu pengkajian sesuai kondisi provinsi masing-masing, khusus untuk Wilayah Papua Pegunungan perlu ada kajian lagi yang tepat sebelum diterapkan ke masyarakat agar tidak ada pandangan negatif.

“Untuk Papua Pegunungan, seharusnya pemerintah perlu duduk bersama dengan lembaga DPRP merumuskan metode yang tepat untuk penerapan MBG ini, meskipun program tersebut dari Badan Gizi Nasional,” ungkapnya (19/2) via selulernya.

Ketua DPRP Papua Pegunungan menyarankan jika program ini berlanjut maka yang menyiapkan bahan baku makanan adalah mama-mama pedagang Papua. Keterlibatan mama-mama pedagang OAP ini agar bisa membantu kondisi ekonomi keluarganya hingga pendidikan anak-anak. “Apabila pelaksanaan MBG dari badan Gizi nasional yang melibatkan pihak ketiga di daerah tentunya pedagang OAP harus merasakan manfaat dari program itu, ”jelasnya

Kata Yos Elopere, selain MBG, para pelajar juga membutuhkan makanan gratis harus juga sejalan dengan Pendidikan gratis, dan itu sudah ada porsinya melalui anggaran yang bersumber dari dana otsus 80 persen termasuk untuk peningkatan fasilitas pendidikan yang layak serta kebutuhan tenaga pendidikan.

“Aksi pelajar yang digelar pada Senin, 17/02 kemarin. Kami heran. Siapakah yang melakukan sensasi berlebihan sehingga mengarahkan pendemo ke kantor gubernur Papua Pegunungan. Seharusnya mereka menyampaikan aspirasi di kantor DPRP Papua Pegunungan,”bebernya

Di tempat yang sama, Wakil Ketua III DPRP Papua Pegunungan Bertus Asso mengatakan MBG perlu dipertimbangkan dengan baik sebab kondisi geograsi di Papua Pegunungan sangat sulit, masyarakat yang ada ini tersebar di pelosok -pelosok.“Jangan sampai makanan gratis ini tidak tepat sasaran atau pelajar di daerah pegunungan tidak merasakannya,” katanya.(jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gencarkan Pemetaan JABI, Masyarakat Diminta Tidak Lepasliarkan Ikan Asing

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…

2 hours ago

Tiga Penyakit Mematikan Ancam Warga Papua

Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…

6 hours ago

Ratusan Bangunan dan Kendaraan Terbakar

   Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…

7 hours ago

17 Tersangka Diproses, 2 Lainnya Diselesaikan Lewat RJ

Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…

8 hours ago

TNI Bantah Terlibat Ledakan di Halaman Gereja

Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…

9 hours ago

Bupati Intan Jaya Minta TNI/Polri dan TPNPB Tidak Korbankan Warga Sipil

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…

10 hours ago