Categories: PEGUNUNGAN

Aksi Ribut-ribut di Kantor BP2KAD Papua Pegunungan Disesalkan

WAMENA – Aksi pengusiran terhadap staf Badan Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah (BP2KAD) Papua Pegunungan oleh sejumlah anggota Majelis Rakyat Papua Pegunungan (MRPP) yang viral di medsos langsung ditanggapi oleh pimpinanya.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BP2KAD) Provinsi Papua Pegunungan Pegunungan Noak Tabo secara tegas meminta Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) segera melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden keributan yang terjadi di Kantor Gubernur Papua Pegunungan.

“Persoalan yang dituntut oleh mereka ini ada di interen MRP sendiri, bahkan ada beberapa diantara mereka juga yang sering kali datang ke Keuangan, Bapperinda Sekda, dan kami tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) telah memanggil Pimpinan MRP untuk menjelaskan persoalan DPA mereka,”ungkapnya Rabu (15/4) di Wamena.

Noak juga menjelaskan, Pemerintah sudah memberikan pagu anggaran yang di kelola MRP Papua Pegunungan, dan sekretariat MRP ini harusnya menghitung Gaji selama 14 bulan yang terdiri dari 12 Bulan Gaji biasa, 2 bulannya yakni THR dengan gaji 13, disamping itu hitung lagi soal TPP mulai dari Sekretaris, Kabag, kasubag dan staf serta rutinan sesuai dengan klasifikasi golongan

“Sisa dari itu semuanya larinya ke anggota MRP dari gaji mereka, reses, perjalanan dinas, itu semua harusnya semua dihitung, namun yang dilakukan staf sekretariat yang menginput RKA itu hanya gaji saja, setelah itu diproses dan masuk ke DPA, setelah itu keluar kami tak bisa utak atik itu dan kita ikuti apa yang mereka buat,”jelasnya.

Kepala BP2KAD Papua Pegunungan juga mengakui jika setelah Gubernur membagikan DPA secara resmi barulah mereka bisa melihat DPAnya dan menyadari jika di MRP hanya gaji saja yang ada didalamnya, dari situ MRP mulai mencari penjelasan dengan mendatangi BP2KAD untuk menayakan masalah ini.

Ia juga mengaku pagu Rp 4 Miliar yang diberikan pemerintah untuk membiayai kegiatan -kegiatan MRP, tapi karena semuanya taruh di gaji sehingga yang terjadi sekarang MRP mau buat kegiatan juga tidak bisa, mereka hanya bisa mengharapkan gaji saja.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

19 hours ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

20 hours ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

22 hours ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

23 hours ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

1 day ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

1 day ago