“Kesalahan ini sebenarnya ada di sekretariat MRP sendiri yang tidak teliti melihat Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dari MRP apakah sudah masuk semua kegiatan untuk dianggarkan, ini karena RKA yang disusun itu lurus dalam DPA,”Tegas Noak Tabo.
Ia juga menambahkan saat ini tidak bisa semata-mata langsung datang dan ribut di kantor BP2KAD seperti itu, TAPD sudah memberikan pagu namun kesalahan menginput RKA yang mereka lakukan sendiri menjadi pemicu, pagu ada Rp 4 milyar yang diberikan kenapa tidak diinput dalam kegiatan semuanya di arahkan ke gaji.(jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…
Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…
“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…
Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…
Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia. Lebih dari 17…