Ia mengaku jika untuk mengisi itu memang merupakan tugas dari Dinas Kesehatan, namun dalam DPA APBD TA 2024 ini tidak ada, sehingga ini yang dinkes Jayawijaya dorong untuk bisa mengoperasikan puskesmas itu, untuk Pagu anggarannya tidak ditambah, tapi mungkin ada beberapa kegiatan yang digeser untuk pemenuhan kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“ini yang akan kita optimalkan, sama dengan puskesmas yang harus juga di aktifkan, dan memang pengerjaannya harus selesai seperti puskesmas Wouma, Ibele, Tailarek, Bpiri dan Koragi harus aktif bersamaan dengan Rumah sakit Pratama,”kata Dokter Specialis Bedah RSUD Wamena.
Kadinkes Jayawijaya juga mengaku kalau pihaknya sangat terbatas dengan SDM, sehingga untuk jangka pendek mau dan tak mau harus di meroling petugas kesehatan dari puskesmas yang ada untuk memenuhi kebutuhan di puskesmas yang baru sambil menunggu penangkatan dari P3K, sebab hanya itu yang bisa dilakukan.
“kita tahu regulasi yang berlaku saat ini tidak bisa lagi menerima tenaga honorer atau kontrak sehingga memang kita harus menuggu petugas penangkatan dari P3K,”tutupnya, (jo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
“Perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai garis pemisah, tetapi harus menjadi ruang perjumpaan, ruang…
Stok beras di Merauke, Papua Selatan, mulai mengalami penurunan sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi…
Penegasan tersebut terutama ditujukan kepada pedagang yang berasal dari luar wilayah Kota Jayapura, seperti…
Papua Selatan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kawasan strategis dalam pembangunan lumbung…
Abisai mengatakan, keberadaan area parkir menjadi salah satu bagian penting dalam penataan pasar. Masyarakat…
Maraknya aksi tawuran yang berulang pada malam hari memaksa aparat kepolisian memperketat pengawasan di titik-titik…