Marthen mengaku jika tantangan besar yang dihadapi Papua Pegunungan sebagai provinsi otonomi baru, terutama dengan adanya penurunan dana Otonomi Khusus (Otsus), dan saat ini Provinsi Papua Pegunungan hanya bisa berharap dari transfer dana pusat karena tidak punya PAD.
“Tantangan ini harus dihadapi dengan langkah maju dan pengelolaan fiskal yang baik. Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran untuk fokus pada program-program yang benar-benar prioritas.”bebernya
Oleh karena itu, karena efisiensi anggaran, OPD diharapkan harus merencanakan yang utama dan terutama sebab anggaran untuk untuk pemprov Papua Pegunungan juga terbatas, sehingga perlu untuk memilah yang benar -benar diperlukan dengan melihat tingkat urgensi. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…