Categories: PEGUNUNGAN

Parade Budaya Wujud Jayawijaya Miniatur Indonesia

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi bersama dengan Forkopimda Jayawijaya saat membuka Karnaval Parade Budaya di depan Kantor Bupati Jayawijaya, Sabtu (10/8). ( FOTO : Denny/Cepos )

WAMENA-Seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar sekolah hingga perguruan tinggi, berbagai ikatan keluarga, berbagai organisasi dan OPD di lingkungan Pemda Jayawijaya mengikuti iven karnaval parade budaya dengan berkeliling Kota Wamena, Sabtu (10/8).  Parade budaya ini dilakukan guna menunjukan Jayawijaya sebagai miniatur Indonesia karena berbagai suku berada didalamnya.

  Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan pertunjukan untuk memperlihatkan kekayaan Budaya Indonesia yang ada dari Sabang hingga Merauke.

  “Tugas kita adalah bersyukur atas budaya yang diberikan kepada kita dan bagaimana untuk terus bisa dipertahankan, sebagai bangsa yang memiliki budaya kita dituntut menjaga dan melestarikan budaya dari pengaruh yang merusak tatanan nilai budaya,”ungkapnya Sabtu (10/8) dalam Pembukaan Karnaval Parade Budaya di depan Kantor Bupati Jayawijaya.

  Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menjaga eksistensi Budaya nusantara, kata Bupati, dapat dilakukan dengan beberapa hal. Salah satunya,  parade budaya atau parade etnik yang dilakukan di Jayawijaya. Kegiatan yang  juga dalam rangka menyambut HUT RI ke 74, ini digelar dengan  tujuan membangkitkan semangat kebersamaan dalam berbangsa.

  “Masing –masing daerah yang ada saat ini memang berbeda budayanya, namun semangat nasionalisme harus terus dijaga dari generasi ke generasi,”kata Jhon Banua.

   Ia menyatakan, Kabupaten Jayawijaya adalah Indonesia mini hal ini dibuktikan dengan banyaknya anak bangsa dari berbagai daerah di Indonesia, dan tentunya mereka memiliki kekayaan bidaya yang berbeda dengan budaya masyarakat Papua pada umumnya  dan kebudayaan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya pada khususnya.

   Bupati juga berharap dengan adanya parade budaya ini, seluruh masyarakat dapat berperan aktif dalam membangun Kabupaten Jayawijaya di atas nilai –nilai kebersamaan. Oleh karena itu bupati mengajak masyarakat untuk saling menghargai perbedaan karena persatuan Indonesia dalam perbedaan budaya adalah keindahan hidup.

   “Saya berharap semoga parade Budaya ini akan menjadi sebuah wahana edukatif, baik anak –anak bisa belajar bagaimana popularitas  kebudayaan Nusantara, sehingga kabupaten Jayawijaya bisa menjadi Kota Dani, yakni Damai, Aman , Nyaman dan Indah,”beber Bupati Banua.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Wadanyon Kodap XVI Yahukimo Dibekuk di Bandara Dekai

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai…

14 minutes ago

Dihuni Masyarakat Heterogen, Stabilitas Keamanan Jadi Prioritas

Ketua LMA Port Numbay George Arnold Awi, menegaskan bahwa Kota Jayapura adalah rumah bersama yang…

45 minutes ago

Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Diputus Bebas

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Justice dan Peace menyambut baik putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi…

2 hours ago

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

3 hours ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

4 hours ago

LBH Papua: Dogiyai Berdarah, Pelanggaran HAM Berat!

LBH Papua menilai operasi penyisiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut…

5 hours ago