Menurut Wabup, selama ini ada beberapa sekolah atau siswa yang menolak program ini karena kurang paham dan mempertanyakan pengelolaan masakan yang diberikan, oleh karena itu, dalam penyajian makanan itu bisa dikelola masyarakat lokal setempat dengan pengawasan dari perwakilan BGN.
“Kami ingin yang mengelola ini adalah masyarakat yang ada di wilayah itu, sehingga anak -anak ini tidak salah pemahaman, selama ini ada penolakan karena masalah pengelolaan makanan tersebut,”jelas Wabub Jayawijaya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Apabila mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, mikroplastik akan melekat pada dinding usus,…
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai…
Berdasarkan rilis diterima media ini dari Humas Polres Mappi, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, melalui Kasat…
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan…
Seharusnya menurut mereka, kehadiran Menteri HAM di Papua menjadi momentum untuk bertemu langsung dengan mahasiswa,…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah…