

Puluhan kepala sekolah dan operator sekolah di Kabupaten Mamberamo Raya saat mengikuti Pelatihan Arkas dan Pelatihan Dapodik Tahun 2023, Senin (10/7) (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA–Sebanyak 40 kepala sekolah dan operator sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Kabupaten Mamberamo Raya, mengikuti pelatihan Arkas dan pelatihan Dapodik Tahun 2023.
Kadis Pendidikan Mamberamo Raya, Agus Peye Nirahuwa berharap, dengan kegiatan yang digelar tersebut, para kepala sekolah dan guru bisa menyusun suatu perencanaan penganggaran di sekolah.
“Sehingga visi misi dari pada bupati yang diterjemahkan kepada visi misi sekolah bisa tercapai dengan baik,” ucap Agus kepada wartawan, usai kegiatan yang digelar di Kota Jayapura, Senin (10/7).
Menurutnya, jika tidak ada perencanaan maka tentu tidak tahu mau membawa capaian kemana.“Dengan kegiatan melalui Aplikasi Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (Arkas), sekolah yang ada di Mamberamo Raya jauh lebih maju dalam perencanaan dan pelaporan dari manual menjadi digital,”ujarnya.
Agus tak memungkiri bahwa tidak semua daerah di Mamberamo Raya sudah digital atau memiliki jaringan internet. Namun, ada beberapa daerah bisa digunakan misalnya di Kasonaweja dan Burmeso.
“Toh penyusunannya tidak setiap hari, dia biasanya di pertengahan tahun atau awal tahun. Sehingga ada waktu, seperti saat ini waktu libur bisa digunakan untuk menyusun anggarannnya,” kata Agus.
Pihaknya berharap, dengan metode seperti ini. Teman teman di sekolah bisa melangkah maju dengan mengikuti perkembangan digitalisasi yang ada saat ini.
“Tujuan kita adalah mencerdasakan anak anak Mamberamo Raya, saya juga sarankan pada penyusanan Arkas, membaca dan menghitung menjadi perencaan dalam kegiatan untuk menghasilkan anak anak yang jauh lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Mamberamo Raya, Setparia Ribo mengaku, pelatihan Arkas dan pelatihan Dapodik merupakan pelatihan perdana yang diberikan kepada para guru yang ada di Mamberamo Raya.
“Kami dari Kabupaten Mamberamo Raya terutama guru guru, berharap dinas pendidikan dan Pemkab setempat bisa membekap kami, agar kedepannya semua guru bisa mengikuti kegiatan Arkas,”pungkasnya. (fia/tho)
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…