

Bupati Jayawijaya bersama Kepala OPD saat disambut masyarakat Kampung Abusa Distrik Kurulu saat melakukan kunker pertama Selasa (8/4) kemarin. (FOTO:Denny/ Cepos)
WAMENA – Warga Kampung Abusa meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya untuk memperhatikan jalan dan kelistrikan yang ada di wilayah tersebut, sebab sampai saat ini kondisi jalan masih berlumpur bahkan sering bajir apabila ada hujan dan tak bisa di lalui dengan kedaraan, begitu juga dengan kelistrikan yang sampai saat ini belum masuk di kampung tersebut.
Selama ini warga di kampung tersebut tidak memiliki akses lain untuk beraktititas dari kempung ke kota, semua hanya melalui jalan yang berlumpur dan sering kali banjir pada saat hujan, tentunya ini menjadi penghambat bagi masyarakat untuk melakukan mobilisasi hasil kebunnya ke kota Wamena.
Disisi lain kampung Abusa ini terbagi dua ada yang juga satu kampung yangdi sebelah kali baliem, dan akses untuk sampai ke kota, ke sekohat terdekat hanya melalui jalan ini, akan tetapi apabila kali baliem meluap warga dari sebelah tak bisa menyeberang, bahkan anak sekolah juga tak bisa datang ke sekolah oleh karena itu memang memutuhkan jembatan penghubung.
Untuk Kelistrikan sampai saat ini kampung ini belum dialiri oleh kelistrikan sehingga masih gelap dimalam hari, kelistrikan yang ada hanya di bagian depan jalan dan untuk sampai ke kampung ini belum ada sama sekali sehingga baik warga maupun tim yang ada saat ini kesulitan untuk aktifitas dimalam hari.
Mendengar keluhan tersebut Bupati Jayawijaya Athenius Murib , SH, MH mengaku jika sudah melihat kondisi di kampung ini, namun permasalahan yang dihadapi ini hampir sama dengan kampung yang lain, karena baru kemarin dirinya mengumpulkan 300 lebih ketua kelompok dan semua mengeluhkan terkait ganguan alam yakni kali baliem yang meluap.
“Kami menyadari dengan kondisi alam seperti ini tidak mungkin untuk kita lawan namun mungkib bisa dilakukan normalisasi sungai itu kita bisa pikirkan namun tak semudah dan secepatnya bisa dilakukan karena ini gangguan dari alam,”bebernya.
“kami sudah melihat secara langsung kondisi jalan dan kampung ini tentunya akan menjedi pekerjaan rumah bagi meperintah kedepan untuk merealisasikan apa yang digumuli selama ini,” katanya.(jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai…
Ketua LMA Port Numbay George Arnold Awi, menegaskan bahwa Kota Jayapura adalah rumah bersama yang…
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Justice dan Peace menyambut baik putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi…
“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…
Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…
LBH Papua menilai operasi penyisiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut…