

Sejumlah kepala sekolah yang ada di Jayawijaya saat mengikuti sosialisasi pendafraran seleksi sekolah penggerak di Aula SMA Negeri 1 Wamena, Rabu, (9/2). (FOTO: Denny/ Cepos )
WAMENA—Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi melakukan seleksi bagi sekolah penggerak di Jayawijaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA.
Seleksi ini dimulai dengan pelatihan bagi kepala sekolah, selanjutnya dilakukan seleksi pada setiap sekolah yang ada di Jayawijaya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo menyatakan, tahun ini, dinas pendidikan mulai melakukan program sekolah penggerak. Sekolah penggerak adalah program dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari tingkat TK,SD,SMP dan SMA.
“Program ini diawali dengan pelatihan kepala sekolah, selanjutnya proses seleksi yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi, bagi yang dinyatakan berhasil akan diumumkan Juni, durasi dari Februari sampai Juni,”ungkapnya Rabu, (9/2) kemarin.
Pihaknya berharap ada dukungan dari semua pihak dalam hal ini pihak sekolah, pengawas untuk mendukung sekolah penggerak tersebut.
“Pemerintah daerah sudah menandatangani nota kesepakatan antara Kementerian Pendidikan dengan Pemkab Jayawijaya, intinya Pemkab siap mendukung sekolah penggerak selama tiga tahun,”tandasnya.
Program sekolah penggerak ini hanya untuk TK sampai SMA, sedangkan SMK tidak, karena mereka ada program sendiri.
Menurutnya, program ini dapat berhasil di sekolah, apabila dalam seleksi awal, kepala sekolah dinyatakan lulus dalam seleksi yang diikutinya dari durasi Februari sampai Juni, sekolah yang dia pimpin akan menjadi sekolah penggerak, kemudian dikelola oleh kementerian secara khusus dan didukung oleh Pemkab setempat.
Secara terpisah, Sekda Jayawijaya, Thony M Mayor, SPd, MM menyatakan, program sekolah penggerak ini merupakan program nasional, yang disampaikan ke masing-masing daerah untuk dilaksanakan.
“Saya atas nama pemerintah dengan pihak kementerian sudah berkomunikasi soal program nasional ini, khususnya program sekolah penggerak,”ungkapnya.
Ia menambahkan, dinas pendidikan hari ini mengundang kepala sekolah untuk mengikuti sosialisasi, mereka daftarkan diri, identitas sekolah masing-masing untuk nanti mengikuti seleksi.
Sekda menuturkan, Pemkab Jayawijaya mengharapkan, dinas pendidikan membuat program dan kegiatan untuk mendukung tersebut sehingga apa yang diharapkan kementerian terkait sekolah penggerak ini bisa berjalan sesuai harapan.(jo/tho)
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…