Categories: PEGUNUNGAN

BMKG Jayawijaya Peringatkan Warga Antisipasi Fenomena Pancaroba di Bulan April

WAMENA– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jayawijaya memperingatkan warga untuk mengantisipasi pancaroba di bulan april ini, yang mana fenomena alam ini akan terjadi puting beliung atau angin yang berhembus kencang tapi durasinya cepat.

Kepala BMKG Jayawijaya Subahari menyatakan di bulan april ini khususnya di Jayawijaya dan sekitarnya sudah mulai mengalami pancaroba, sehingga perlu untuk mengantisipasi adanya angin puting beliung, yang akan menimbulkan curah hujan yang ekstrim namun dalam kurun waktu yang singkat.

“Musim pancaroba ini bisanya terjadi dari musim penghujan ke musim kemarau, bisanya ada angin puting beliung yang disebabkan karena pertumbuhan dan pergeseran awan comulonimbus, ini yang perlu di antisipasi karena akan menimbulkan curah hujan yang ekstrim,”ungkapnya saat ditemui di kantor BMKG Jayawijaya Senin (7/4).

Menurutnya, prakirawan ini juga nantinya akan disampaikan kepada BPBD Kabupaten dan Provinsi agar bisa melakukan antisipasi, namun untuk Jayawijaya sendiri curah hujannya masih dibatas menengah atau normal, belum ada puncak ekstrim yang mengakibatkan banjir bandang seperti di daerah lain di luar Papua.

“Memang di Jayawijaya terlihat di beberapa distrik itu mulai banjir. Ini akibat dari meskipun curah hujannya rendah namun terjadi setiap hari atau setiap beberapa jam sekali dalam sehari , artinya air yang tertampung di bawah belum surut sudah tertimpa lagi dengan hujan, “jelas Subahari

Kata Subahari untuk musim penghujan di Jayawijaya diprediksikan sampai di bulan april ini, sebab dalam 5 hari terakhir ini curah hujan di Jayawijaya 25,5 mm, itu yang dikategorikan masih rendah  karena dibawah 50 mm

“Ini masuk dalam kategori hujan ringan tapi lama dan setiap hari hujan tapi  curah hujannya tidak maksimal diatas 50 mm/ jam sehingga memang tidak menimbulkan dampak yang sangat signigikan,”katanya

Sementara untuk puncak musim penghujan di tahun 2025 ini ada di bulan februari sampai dengan maret dengan curah hujan yang dinilai masih dalam batas normal, karena di Jayawijaya hujan yang intensitasnya tinggi dengan waktu yang lama hingga menyebabkan banjir bandang.

“Memang sedikit meluap di dataran lembah namun tidak terlalu maksimal, karena curah hujan kita di bulan februari 292.4 mm  dengan jangka waktu 29 hari atau hampir tiap hari hujan dengan intensitas atau kategori normal,” beber Subahari. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

56 minutes ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

2 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

3 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

4 hours ago

Afirmasi OAP dan Keadilan Harus Nyata

Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…

4 hours ago

TP PKK Jayapura Siapkan Kebutuhan Ibu Hamil Lewat Program “SABUMIL”

Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…

5 hours ago