Categories: EKONOMI BISNIS

Dampak Efisiensi, Okupansi Anjlok, Hotel Kesulitan dan Siap-siap Terjadi PHK

JAYAPURA – Sejak pemerintah memberlakukan efisiensi anggaran, dan kegiatan di hotel mulai dikurangi. Sejak itu, okupansi hotel di Papua khususnya di Jayapura anjlok.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Papua mencatat, okupansi turun hingga 80% termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ikut terdampak.

Ketua DPD PHRI PHRI Papua, Abdul Radjab mengatakan, sejumlah hotel di Kota Jayapura kini menghadapi tantangan yang sangat berat akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah.

“Sejak pemangkasan perjalanan dinas serta pembatasan penggunaan fasilitas hotel untuk kegiatan pemerintahan, tingkat hunian hotel di Jayapura mengalami penurunan hingga 80%,” kata Abdul saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (7/4).

Menurutnya, dampak dari kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh industri perhotelan, tetapi juga merambat ke sektor ekonomi lainnya, termasuk UMKM selaku pemasok bahan baku dan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

Menurut data yang dihimpun PHRI Kota Jayapura, kebijakan efisiensi ini telah menyebabkan tingkat hunian hotel menurun drastis. Dari okupansi rata-rata 50-70% sebelum kebijakan diterapkan, kini sebagian besar hotel hanya mampu mencapai 10-20% tingkat hunian.

“Dulu, mayoritas tamu hotel adalah pegawai pemerintahan yang melakukan perjalanan dinas, rapat, atau menghadiri seminar. Sekarang, hampir tidak ada agenda seperti itu, sehingga tingkat hunian turun drastis hingga 80%,”imbuhnya.

Dengan anjloknya okupansi, banyak hotel kesulitan menutupi biaya operasional harian. Untuk bertahan, sejumlah hotel terpaksa melakukan berbagai langkah efisiensi, mulai dari pengurangan jam kerja karyawan, pemangkasan biaya operasional, hingga menerapkan kebijakan unpaid leave bagi pegawai.

“Khusus untuk tenaga kerja harian praktis sudah tidak dipekerjakan untuk saat ini. Jika kondisi ini terus berlangsung, sudah diprediksi akan banyak karyawan yang terkena PHK,” ujarnya.

“Saat ini, kami terpaksa mengurangi jumlah tenaga kerja karena kondisi yang tidak memungkinkan. Jika tidak melakukan efisiensi, cash flow perusahaan tidak akan cukup untuk membayar gaji dan biaya operasional lainnya,” sambungnya.

Sementara itu, terkait adanya karyawan hotel yang dirumahkan atau dilakukan pengurangan dan PHK. Abdul mengaku belum mendapat data lengkapnya.

“Nanti saya akan komunikasi dengan Sekretaris PHRI Papua dan minta data masing-masing pengelola perhotelan, tapi saya rasa jika industri perhotelan okupansi turun pemasukan tidak ada, tentu akan ada pengurangan karyawan, PHK dan lainnya,” pungkasnya. (dil/fia)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

6 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

11 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

12 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

15 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

17 hours ago

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…

18 hours ago