

Rapat Senat STIMIK Agamua Wamena untuk Diusulkan Menjadi Universitas. (FOTO:Denny/ Cepos)
WAMENA – Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika (STMIK) Agamua Wamena,mulai mengajukan perubahan status dari Sekolah Tinggi menjadi universitas, Pasalnya, dalam pekan ini pihak kampus tersebut akan kembali pengajukan usulan, untuk dinilai kelayakannya menjadi mendapatkan perubahan tersebut atau tidak
Ketua STMIK Agamua Marthen Medlama mengatakan, nantinya setelah STMIK berubah status menjadi Universitas, hal itu akan menjadi pencapaian bagi Provinsi Papua Pegunungan, namun saat ini pihaknya mencoba untuk terus melakukan pengusulan dengan harapan bisa menjadi sebuah universitas.
“Itu sebuah pencapaian yang luar biasa dan baik, karena Provinsi Papua Pegunungan baru dibentuk tapi sudah ada 3 Universitas yang bakal membentuk SDM generasi Muda di Wilayah ini,”ungkapnmya Rabu 6/9) kemarin
Dikatakan, pada evaluasi tahap pertama STMIK Agamua, dinyatakan belum dapat menjadi Universitas. Karena, masih kekurangan Dosen, pada program studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), tentunya ini menjadi satu tantangan yang baru untuk bisa memenuhi peryaratan tersebut kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI)
“Untuk Program studi RPL kami sudah dapat 2 Dosen dari Bogor, yang siap mengabdi di Tanah Papua. Artinya, Universitas ini sudah bisa kita jalankan karena peryaratan yang diminta sudah bisa kami penuhi,”katanya.
Kata Marthen, untuk meningkatkan kualitas pelayanan di kampus, pihaknya juga mendorong program studi lanjut Dosen untuk gelar Doktor dan Master agar lembaga pendidikan tinggi ini bisa terus berkembang di Provinsi Papua pegunungan
“Kita ada program studi lanjut Dosen, ada 2 Doktor dan 1 Master yang kita dorong. Oktober ini mereka seminar dan semoga tahun depan sudah selesai dan bisa kembali mengabdi di Kampus ini,” katanya
Ia juga mengharapkan agar ke depan masyarakat di Papua Pegunungan memiliki pilihan dalam menentukan Perguruan Tinggi dan tidak lagi harus ke luar daerah untuk kuliah namun bisa tetap berada di wilayah Papua pegunungan.
“Artinya, kalau kita sudah menjadi Universitas, masyarakat punya pilihan, ada UNAIM Yapis Wamena kemudian ada di Pegunungan Bintang dan STMIK Agamua. Jadi, Masyarakat tidak harus ke luar daerah untuk kuliah, kecuali untuk pogram studi yang tidak ada di sini, itu tidak apa-apa kuliah di luar,”tutupnya. (jo)
Barang bukti ganja yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan personel Sat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota…
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Papua berharap pemerintah daerah terus mempermudah…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengatakan pendataan tersebut dilakukan melalui Dinas…
Kapolres mengatakan, sertijab tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk…
Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban, yakni berupa beras, mi instan,…
Program cetak sawah 2026 di tanah Papua masih menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya. Meski target telah…