

Hironimus Hubi. S. (FOTO: Denny/ Cepos)
Minggu Depan BKD Bakal Kembali Buka Pendaftaran
WAMENA—Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jayawijaya, Hironimus Hubi. S.Sos menyatakan, pendaftaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Jayawijaya yang ingin bekerja di Provinsi Papua Pegunungan telah berakhir.
“Kemungkinan minggu depan kami buka kembali pendaftaran bagi ASN yang ingin mengajukan mutasi ke Provinsi Papua Pegunungan. Sekarang sudah mendaftar 98 orang, target dan jumlah ASN yang ingin pindah bukan kewenangan kami,” ungkapnya, Jumat (5/8), kemarin.
Menurut Hironimus, target dan jumlah ASN yang dibutuhkan Provinsi Papua Pegunungan, harus menunggu penjabat gubernur yang nanti diturunkan dari pusat, setelah itu baru melihat berapa kebutuhan di sana, pihaknya tidak bisa bilang Jayawijaya jumlahnya seperti ini, sebab masih ada 7 kabupaten lainnya juga yang melakukan hal yang sama.
Pendaftaran ini menindaklanjuti surat bupati yang menyatakan setiap ASN yang mau pindah bekerja di Provinsi Papua Pegunungan maka harus mendaftar.
Ia juga memastikan, yang sudah mendaftar, nanti datanya akan diserahkan kepada Bupati Jayawijaya karena beliau yang punya kewenangan untuk melakukan seleksi lagi, siapa yang akan dipindahkan dan siapa yang tidak bisa dipindahkan.
“Bupati Jayawijaya yang punya kewenangan untuk melimpahkan ASN ke Provinsi, begitu juga dengan kabupaten lainnya di wilayah Lapago, pendaftaran ini dibuka secara umum namun minus petugas kesehatan dan guru,”bebernya.(jo/tho)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…