Categories: PEGUNUNGAN

Sampah Menumpuk, Pedagang Jalan Safri Darwin Resah

Lokasi tempat pengumpulan sampah yang terletak di Mata Jalan Gang Nirwana yang tak diangkut hingga sampahnya berterbangan apabila angin bertiup kencang. ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Para Pedagang di Jalan Safri Darwin Wamena mengeluhkan adanya tumpukan sampah yang beterbangan saat angin berhembus kencang. Sebab,  tumpukan sampah yang terletak di perempatan mata jalan Gang Nirwana tak diangkut oleh petugas kebersihan malahan disinyalir dibakar di tempat sehingga membuat warga tak nyaman dengan kondisi itu.

   Dengan kondisi ini, membuat sejumlah pedagang yang sering berjualan di depan pertokoan yang ada di sekitar jalan tersebut kini   enggan untuk berjualan di sana.  Mereka meminta kepada Pemkab Jayawijaya untuk melihat masalah ini.

   Salah satu mama -mama Pedagag sayur di Jalan Safri Darwin, Yosia Wuka mengaku akibat  sampah -sampah yang tak kunjung diangkut oleh petugas ini, membuat sampah menumpuk dan  berterbangan sampai ke tempat dirinya berjualan.  Sebab, tumpukan sampah ini hanya berjalan 20 meter dari tempatnya berjualan.

  “Kalau sudah angin, sampah itu terbang kemana-mana. Bahkan, sampai di sayuran yang saya jual disini, kalau sudah begitu tidak ada pembeli yang mau datang beli saya punya sayur ini,”ungkapnya Kamis (6/2) kemarin.

  Ia menyatakan, sudah beberapa hari ini melihat sampah ini tidak diangkut -angkut, bahkan mereka hanya datang dan membakar di tempat. Ia sendiri tidak tahu apa penyebab petugas kebersihan tak mengangkut sampah di tengah kota seperti ini, namun para pedagang sayuran yang sering berjualan disini sore hari itu sering jadi korban.

   “Kalau memang ada larangan tak boleh buang sampah disitu saya tak tahu persis, namun sampah yang menumpuk seperti ini sangat mengganggu kami yang berjualan,”bebernya.

   Hal yang sama diungkapkan seorang pedagang pakaian, Subari yang mengaku   sudah melihat sampah yang menumpuk ini selama seminggu dan tak pernah diangkat. Petugas kebersihan yang ada tiap pagi juga hanya singgah untuk membakar sampah -sampah itu ditempatnya langsung dan tak mengangkut dengan truk. Padahal, warga sudah bayar retribusi kebersihan tiap bulan. 

 “Kami ingin agar pemerintah bisa melihat masalah ini dan bisa segera mengatasi permasalahan ini,” ujar Subari. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

SMAN 8 Jayapura Pasca Siswinya Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional

  Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

20 hours ago

LAN: Pahami Akar Persoalan, Baru Buat Program!

   Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…

22 hours ago

Tak Kunjung Direnovasi, Warga Dok IX Tagih Janji Mendagri

  “Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…

1 day ago

Cegah Penyakit Jantung, Aktifkan Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…

1 day ago

Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

   Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…

1 day ago

Rumah Singgah ODGJ dan Anak Terlantar Diminta Segera Direalisasikan

Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…

1 day ago