

WAMENA- Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen menyatakan penyebab kebakaran terhadap 6 rumah Kos -kosan di Jalan Yosusarso Wamena, Jumat (3/4) lalu tak ada unsur kesengajaan dan hanya kelalaian. Sebab dari hasil olah TKP yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Suheriadi, polisi menemukan di rumah kos nomor tiga terdapat kompor yang sumbunya dalam keadaan ke atas, sehingga dugaan sementara kompor itu meledak yang memicu kebakaran.
“Dari 6 petak rumah itu kita periksa dengan mendatangkan teknisi listrik, saat diperiksa tak ada korsleting listrik atau arus pendek listrik. Sebab, tak ada putus jaringan, dan masing -masing rumah itu punya kompor, tapi diketahui ada 1 kompor yang sumbunya naik, sedangkan yang 5 kompor lainnya sumbunya turun,” ungkap Kapolres Sabtu (4/4) kemarin.
Ia menyatakan temuan sumbu kompor yang naik itu ada di rumah nomor 3, kemudian di sebelah rumah itu tepatnya di rumah nomor 4 yang pemiliknya merupakan mekanik mobil dan alat berat kebetulan mereka menyimpan bahan bakar, sehingga berawal dari rumah nomor 3 namun api lebih dulu membesar itu di rumah nomor 4.
“Dari hasil olah TKP kemarin, dari keterangan saksi, dokumentasi awal api membesar itu dari rumah nomor 4 tapi sumber api dari nomor 3 karena kompornya yang sumbunya naik,”bebernya
Kata Rumaropen, sejak kebakaran kemarin pihaknya telah mengambil keterangan dari warga sekitar, dan juga pada saat melakukan olah TKP. Dari sejumlah saksi, tak ada orang yang mengaku tahu. Penghuni kontrakan juga tidak tahu, karena pada saat kebakaran tidak ada satu pun di rumah.
“Semua penghuni kontrakan di jalan Yosudrso yang terbakar itu semuanya beraktifitas di pagi hari , sehingga mereka semua keluar dan rumah itu kosong semua pada saat kebakaran,”kata Kapolres.
Kapolres juga menyimpulkan jika kebakaran ini adalah murni kelalaian dan bukan kesengajaan, sehingga apabila diurut dari sisi pidana harus ada perbuatan melawan hukum , namun dalam kebakaran ini tak ada perbuatan melawan hukum, apakah mungkin kompornya yang bermasalah hingga pemilik kos tersebut lupa matikan dan di tinggal sehingga meledak.
“Api cepat menjalar karena konstruksi bangunan yang sebagian terbuat dari tripleks dan kayu, hanya di sisi luar yang beton, sementara di dalam tidak, sehingga mudah terbakar,”bebernya. (jo/tri)
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…
Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…